Calak Edu: Para Penjaga Pancasila PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 

HARI ini, proses belajar mengajar pada Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat (ABN-NasDem) resmi dimulai, setelah kemarin, Minggu, 16 Juli 2017, resmi dibuka Presiden Joko Widodo. Selama 75 hari efektif, sebanyak 48 mata kuliah akan diberikan simultan mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIB.

Beragam bentuk pendekatan dan strategi belajar mengajar selama perkuliahan akan diimplementasikan. Para mahasiswa dari seluruh wilayah RI yang merupakan kader Partai NasDem dibekali tiga aspek pengetahuan dan keterampilan di bidang kepribadian, kepartaian, dan kebangsaan.

 

Dengan mengusung visi mewujudkan kader partai yang cerdas, militan, dan terampil, proses penyelenggaraan pendidikan di ABN-NasDem dipastikan dengan standar akademik yang tinggi dan bermutu karena ditopang manajemen kurikulum yang sangat memadai. Desain kurikulum dipastikan memiliki struktur pengembangan kurikulum yang fleksibel serta tersedianya wadah modifikasi kurikulum yang disesuaikan dengan kemampuan gaya belajar mahasiswanya. Adapun pada pelaksanaannya, implementasi kurikulum akan didukung para pengampu mata ajar yang profesional dan berpengalaman dari para akademisi perguruan tinggi (PT) ternama Tanah Air. Selain itu, ABN-NasDem terbuka terhadap semua kritik dan feedback karena sistem evaluasi yang digunakan juga disesuaikan dengan gaya belajar mahasiswanya.

 

Kerangka dasar

Sebagai institusi yang akan mengawal dasar negara, ABN-NasDem diharapkan dapat menyebarkan kebaikan melalui proses pendidikan yang berkualitas dan berkesinambungan. Sebagai komitmen bernegara, Pancasila pertama-tama harus dilihat dalam konteks keragaman agama dan kepercayaan yang ada dan berkembang di RI. Karena itu, sedikit banyak dibutuhkan pengetahuan kesejarahan yang menjelaskan posisi agama dan kepercayaan di RI dalam kaitannya dengan konsensus nasional, Pancasila.

 

Meletakkan Pancasila sebagai simbol bernegara harus dipahami berbeda dengan melihat kebutuhan beragama masyarakat. Ada begitu banyak tafsir soal kaitan antara agama dan Pancasila, dan diharapkan akan dibahas secara proporsional selama ABN-NasDem berlangsung.

 

Kesadaran untuk melihat keterkaitan antara Pancasila dan agama bisa dilihat dari sebaran mata kuliah yang ada. Dalam rangka membentuk komunitas belajar yang mandiri serta menumbuhkan loyalitas kebangsaan yang teguh, proses pembelajaran akan dilakukan secara dua arah. Peran pengajar dan fasilitator benar-benar menjadi mediator sejawat yang efisien dan efektif.

 

Proses belajar harus dijamin akan berlangsung secara demokratis dan menyenangkan. Dari tiga aspek pengembangan kurikulum, aspek kepribadian memperoleh porsi lebih besar dari kepartaian dan kebangsaan. Mengapa? Karena jenis-jenis keterampilan mengelola emosi dan spiritual harus diletakkan sebagai fondasi awal membentuk karakter mahasiswa yang setia dan militan dalam menjaga Pancasila.

 

Jika Pancasila menempatkan Ketuhanan YME sebagai sila pertama, artinya aspek afeksi dari setiap mahasiswa perlu diberikan penyadaran dahulu melalui mata kuliah penguatan identitas diri dan budi pekerti.

 

Dalam hal kebudayaan dan agama di RI, setidaknya ada dua alasan mengapa kader parpol wajib mempelajarinya. Pertama, kebudayaan dan agama sangat erat kaitannya dengan pembangunan masyarakat. Budaya dan agama masyarakat salah satu aset penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

 

Kedua, budaya dan agama dapat menjadi dan sering kali dijadikan persoalan dalam ke hidupan berbangsa dan bernegara. Di satu sisi, kemajemukan budaya dan agama bisa bermasalah jika tidak dikelola secara terbuka dalam konteks persatuan Indonesia. Di sisi lain, upaya negara dalam menyatukan masyarakat, jika tidak dilakukan dengan baik, dapat berujung pada homogenisasi yang menimbulkan penindasan terhadap keragaman budaya dan agama.

 

Struktur kurikulum ABNNasDem pada aspek kebangsaan sangat terkait dengan budaya Indonesia dan bertujuan memupuk kesadaran budaya dan keberagaman agama bagi para mahasiswa ABN agar kelak dapat menjalankan tugas dengan baik.

 

Baru sesudah itu berturutturut kepribadian mahasiswa diisi jenis keterampilan individual yang relevan bagi usaha menumbuhkan karakter kebangsaan yang kuat melalui manajemen isu, manajemen amarah, serta bagaimana mengelola perbedaan dan konfl ik secara sehat dan terukur.

 

Karena itu, bagaimana menge nal strategi dasar bernegosiasi juga penting dalam rangka menjaga kestabilan emosi masyarakat RI yang sangat beragam. Pada akhirnya, dibutuhkan kerja kelompok yang solid dalam rangka membentuk komunitas dan kader partai yang setia dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

 

Budaya Nusantara

Sebagai jembatan yang akan menghubungkan aspek kebang saan dalam struktur kurikulum ABN-NasDem, aspek kepartaian juga dibahas melalui pendekatan yang sama, yaitu secara dua arah yang mementingkan kebutuhan mahasiswa. Di tengah menurunnya citra partai di mata masyarakat, mengenalkan aspek kepartaian secara terbuka sebagai sebuah ilmu modern adalah imperatif bagi semua kader partai.

 

Hal ini dilakukan agar pemahaman kader soal partai yang sehat dan bertanggung jawab dapat memberikan efek positif terhadap partai. Karena itu, strategi penyampaian materimateri kepartaian juga harus dalam konteks mengenal keragaman budaya nusantara.

 

Mengapa demikian? Penting untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bah wa Pancasila juga lahir dari ranah keragaman budaya nusantara, dan karena itu aspek kepartaian seperti fungsi dan peran partai di masyarakat jangan sampai menghi langkan keragaman budaya.

 

Meskipun secara tersirat akan dipelajari masalah kelompok kepentingan dan kelompok penekan, doktrin dan ideologi partai, perwakilan politik hingga partisipasi politik dan pengorganisasian masyarakat, namun simpulsimpul ke ragaman budaya nusantara harus menjadi elan dasar dalam membangun kesadaran berbangsa dan bernegara secara majemuk.

 

Selain itu, di ABN-NasDem akan dimasukkan unsur self government dalam konsep akademi yang relevan. Maksudnya, karena para mahasiswa ABN adalah kader partai yang masih muda. Mereka akan diberikan peran lebih besar mengurus diri sendiri dan mengelola kegiatan akademi secara bertanggung jawab.

 

Kurikulum memang telah disiapkan, tetapi dalam implementasinya kita memberikan peluang bagi partisipasi peserta mengorganisasi akademi. Ini mencerminkan partisipasi sangat penting bagi parpol dan keragaman budaya Nusantara yang tidak bisa dihindarkan.

 

Akhirnya, semua aspek kurikulum ABN-NasDem memang dimaksudkan sebagai upaya menjaga Pancasila sebagai basis keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara. Tantangan implementasi dan pengamalannya juga sangat tergantung bagaimana kelak mereka bersinergi dengan struktur partai yang lebih ter buka di daerah masingmasing, serta berkontribusi positif terhadap kemajemukan masyarakat RI yang cintai damai. Selamat datang para mahasiswa dan kader Partai NasDem di Akademi Bela Negara, selamat belajar dan menikmati prosesnya dengan sukacita dan niat yang ikhlas. Merdeka!

 

Ahmad Baedowi, Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta, MI | 17 Juni 2017

 

Sponsor

Penerimaan Siswa Baru Klik disini!
Banner
---FIRST COME FIRST SERVED---



Copyright@Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe
a school that works