
Serunya Belajar dan Berkarya Bersama Mahasiswa Taiwan
Pada tanggal 5 Agustus 2025, saya dan teman-teman lainnya berkesempatan untuk belajar bersama dengan mahasiswa National Chi Nan University, Taiwan. Kami berkumpul di Perpustakaan Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe untuk melakukan kegiatan yang telah disiapkan oleh mereka. Pertama, kami berkenalan bersama beberapa mahasiswa Taiwan tersebut, yaitu Emi dan Ying. Tak hanya sekedar berkenalan, kami juga diajak untuk berkreasi dengan tangan membuat Zongzi Sachet. Zongzi adalah makanan khas tradisional Tionghoa yang terbuat dari nasi ketan yang dibungkus daun bambu atau daun pandan, kemudian dikukus atau direbus. Biasanya Zongzi dimakan saat acara Dragon Boat Festival. Namun pada kegiatan ini, kami tidak membuat makanannya, tetapi kami membuat kerajinannya melalui bahan-bahan yang telah disediakan. Tujuannya agar dapat dipakai sebagai gantungan atau hiasan.

Sebelum memulai, salah satu mahasiswa yang sudah berpengalaman memberikan penjelasan singkat tentang cara membuat zongzi sachet. Kami diajarkan untuk memotong kertas berbentuk segitiga, lalu saya melipatnya seperti berbentuk kerucut kecil yang menyerupai bambu. Meskipun sempat bingung diawal karena lipatan yang cukup rumit. Salah satu mahasiswa di samping saya dengan sabar mengajarkan saya langkah demi langkah. Rasanya seperti belajar hal baru dengan suasana yang menyenangkan. Setelah itu, kami menambahkannya dengan dekorasi berupa tali dan kertas seperti rombe-rombe. Meskipun prosesnya sangat sederhana dan singkat, banyak detail yang harus diperhatikan agar hasilnya sempurna. Tak kalah serunya juga kesempatan untuk belajar bahasa Mandarin sambil mengikuti proses pembuatan Zongzi Sachet. Setiap kali mereka menjelaskan, mereka juga menyelipkan kosa kata dalam bahasa Mandarin.
Selama proses pembuatan, suasana berlangsung penuh keceriaan. Terasa adanya nuansa kompetisi kecil untuk melihat siapa yang hasilnya paling mendekati bentuk asli dari kertas. Mahasiswa yang sudah terampil dengan cekatan menggulung kertas hingga membuat kami kagum, sekaligus menantang kami untuk menirunya. Tawa pun pecah ketika hasil karya yang dibuat ternyata jauh berbeda dari bentuk yang diharapkan. Obrolan ringan di sela-sela kegiatan juga menambah keseruan, karena kami bisa saling berbagi cerita tentang kebiasaan sehari-hari mereka dan kami.

Selain kegiatan membuat Zongzi, pengalaman ini juga memberikan pelajaran berharga tentang arti kebersamaan dalam menjalankan tradisi. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang, karena semangat yang sama justru memperkaya suasana perayaan. Saya juga menyadari bahwa meskipun tradisi ini sudah berlangsung sejak lama, ada banyak cara kreatif untuk memperkenalkannya kembali, misalnya dengan membuat Zongzi berukuran mini atau bahkan versi besar menggunakan bahan sederhana sebagai hiasan atau dekorasi. Lebih dari sekadar keseruan, kegiatan ini menghadirkan manfaat mendalam—membuka wawasan kami tentang budaya Taiwan sekaligus menegaskan makna penting dari perayaan Dragon Boat Festival bagi masyarakatnya.
Hal lainnya yang sangat bermanfaat adalah memupuk rasa kebersamaan dan menjalin pendekatan dengan mahasiswa Taiwan melalui pembuatan Zongzi Sachet. Kegiatan ini juga dapat melatih setiap orang untuk berpikir kreatif. Meski tidak dapat dimakan, setiap Zongzi memiliki makna dan cerita yang mendalam. Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat zongzi, tapi juga berbagi kebahagiaan dan kebudayaan.
Penulis: Annisa, Siswa kelas X Cano Cristales



