
Serunya Belajar Geografi Digital
Pada hari Senin, 5 Mei 2025, siswa kelas XI SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengikuti kegiatan guest teacher yang menghadirkan Ibu Deassy Siska, S.Si., M.Sc, dosen dari Program Studi Fisika FKIP Universitas Malikussaleh. Acara berlangsung di Perpustakaan sekolah dan turut dihadiri oleh seorang mahasiswa serta seorang dosen dari Teknik Informatika. Dalam sesi pembelajaran tersebut, Ibu Deassy Siska mengenalkan berbagai macam gelombang yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga menjelaskan definisi gelombang, tipe-tipe gelombang, serta tahapan dalam menyelesaikan soal-soal fisika yang berkaitan dengan materi tersebut.

Salah satu materi yang menarik perhatian adalah penjelasan mengenai gempa bumi yang terjadi akibat pergeseran lempeng tektonik, yang menghasilkan getaran atau gelombang seismik. Para siswa tampak sangat antusias mengikuti penjelasan tersebut. Cara penyampaian yang jelas dan menyenangkan membuat para siswa semakin dekat dengan pelajaran fisika. Banyak pertanyaan muncul, terutama tentang rumus-rumus dan metode praktis untuk mengerjakan soal terkait gelombang.
Sesi guest teacher ini memberikan banyak ilmu berharga bagi kami. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga melatih kemampuan berpikir kritis dan berdiskusi. Siswa pun menyadari bahwa proses belajar bisa diperoleh dari berbagai sumber. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk memperluas wawasan siswa serta memperdalam pemahaman, sekaligus menjadikan pembelajaran lebih hidup dan bermakna dengan menghubungkan siswa pada dunia akademik yang lebih luas.

SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe mengadakan kegiatan guru tamu (guest teacher) untuk mata pelajaran Geografi pada hari Selasa, 30 April 2025. Pada kesempatan tersebut, sekolah menghadirkan narasumber dari Universitas Almuslim, Bapak Suryadi, seorang dosen yang ahli dalam bidang Sistem Informasi Geografi (SIG). Kegiatan yang berlangsung di perpustakaan ini disambut dengan antusias oleh para siswa. Bapak Suryadi membuka sesi dengan pertanyaan sederhana, “Tahukah kalian bahwa ada alat yang dapat mengukur luas tanah tanpa harus menggunakan meteran?” Siswa pun menjawab sudah tahu, namun masih merasa ragu dan penasaran dengan alat tersebut. Beliau kemudian melanjutkan, “Apakah kalian pernah mendengar istilah ‘SIG’?” Dari situ, sesi pembelajaran dimulai.
Pemateri menjelaskan bahwa SIG adalah sistem yang berfungsi untuk mengumpulkan, mengelola, menganalisis, dan menampilkan data terkait posisi di permukaan bumi. Beliau juga menjabarkan berbagai manfaat SIG dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya penggunaan teknologi canggih seperti Global Positioning System (GPS). GPS merupakan sistem navigasi berbasis satelit yang mampu menentukan lokasi pengguna secara akurat.

Dalam kegiatan ini, Pak Suryadi tidak hanya memberikan penjelasan teori, tetapi juga memperlihatkan langsung alat GPS kepada para siswa. Hal ini membuat siswa semakin antusias dan penuh rasa ingin tahu. Mereka aktif bertanya mengenai cara penggunaan alat, fungsi, serta kendala yang mungkin timbul saat menggunakannya. Selain itu, dijelaskan pula bagaimana SIG berperan dalam pengambilan keputusan penting, seperti pemilihan lokasi pembangunan jalan raya dan perencanaan tata ruang wilayah.

Pembelajaran kali ini menjadi pengalaman yang sangat menarik dan bermakna bagi kami. Kami memperoleh wawasan baru dan menyadari bahwa geografi bukan sekadar tentang peta, melainkan juga tentang teknologi yang memudahkan kehidupan manusia. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mempelajari konsep SIG secara teori, tetapi juga melihat langsung penerapan teknologi geospasial dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sekaligus membuka cakrawala berpikir kami tentang geografi modern yang berbasis teknologi.
Ditulis Oleh: Tijani Syasya – X De Cluni



