
Deg-degan tapi Siap: Ceritaku Menghadapi TKA Pertama di SMP
Halo, perkenalkan nama saya Zhafira. Saya adalah salah satu siswa SMP yang tahun ini akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pertama kalinya. Biasanya, TKA hanya diikuti oleh siswa SMA sebelum menentukan pilihan kampus impian. Namun, tahun ini menjadi pengalaman baru karena siswa SMP juga ikut merasakannya.
Jujur saja, saya merasa sangat deg-degan. Ini adalah pertama kalinya kami mengikuti TKA, dan tes ini terasa cukup penting karena berkaitan dengan masa depan kami, terutama sebelum melanjutkan ke SMA impian dan, suatu hari nanti, ke perguruan tinggi. Meski gugup, saya juga merasa tertantang dan ingin memberikan yang terbaik.

Untuk membantu kami mempersiapkan diri, SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe memberikan pem-belajaran tambahan khusus. Kami mendapatkan jadwal belajar yang teratur dan bertahap. Mata pelajaran yang diujikan dalam TKA adalah Bahasa Indonesia dan Matematika. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, kami belajar memahami ide pokok, kerangka teks, penggunaan istilah, bahasa kias, hingga menilai kelogisan dan keakuratan sebuah teks. Sementara itu, pada pelajaran Matematika, kami mengulang kembali materi bilangan real, aljabar, geometri dan pengukuran, serta data dan peluang.
Selain belajar materi, kami juga sudah mencoba mengerjakan soal-soal simulasi TKA yang disusun oleh para guru. Dari simulasi ini, kami jadi punya gambaran tentang tipe-tipe soal yang akan keluar. Latihan ini sangat membantu karena membuat kami lebih terbiasa dan tidak terlalu kaget saat mengerjakan soal TKA nanti.

Tidak hanya itu, sekolah juga sudah menyampaikan berbagai jadwal penting, mulai dari simulasi, gladi TKA, pelaksanaan utama, hingga pengumuman hasil. Semua rangkaian ini membuat kami merasa lebih siap, meskipun rasa gugup tetap ada. Namun, dengan bimbingan guru dan usaha kami sendiri, saya yakin kami bisa melewati TKA dengan baik.
Harapan saya dan teman-teman tentu sama, yaitu bisa mendapatkan hasil terbaik, melanjutkan sekolah ke SMA impian, dan perlahan mewujudkan cita-cita yang kami inginkan.
Penulis: Zhafira Aqila Suhardi, IX Justicia Brandegeena, siswi SMPS Sukma Bangsa Lhokseuamawe



