
MEMBANTU IBU MEMBUAT KUE
Pada suatu hari Ica membantu ibunya membuat kue. Ica dan ibunya ingin membuat kue cubit. Ica dan ibunya sudah menyiapkan bahan-bahan. Tiba-tiba HP ibunya berdering. Ibu Ica mengangkat telpon. Ica sudah tidak sabar ingin segera membuat kue cubit.
Saat ibunya sedang mengangkat telpon yang berdering tadi, Ica langsung mencampurkan semua bahan-bahan kue tanpa takaran dan tanpa instruksi dari ibu. Tidak lama kemudian, usai menelpon ibu Ica kembali ke dapur dan menghampiri Ica.
Ibunya terkejut, sambil berkata “Astaghfirullah… Ica langsung mencampurkan semua bahannya, Nak?” sambil memegang lembut pundak Ica.
“Iya Bu, soalnya Ica sudah enggak sabar mau buat kue cubitnya, maafin Ica ya, Bu” ucap Ica dengan wajah sedih.
“Iya Ica, lain kali bersabar dan tunggu ibu ya, Nak” Ucap Ibu
“Iya Bu” Ica mengangguk
bu kemudian mengambil persedian bahan lain di lemari dapur untuk membuat kue cubit. Ica ikut membantu ibu dengan mendengarkan setiap instruksi yang diarahkan ibunya. Sambil memberikan instruksi ibunya memberikan penjelasan pada Ica bahwa dalam membuat kue harus sesuai dnegan takarannya. Akhirnya kue cubit buatan ibu dan Ica siap untuk dinikmati. Ica sangat senang, kue buatan ibu dan Ica berhasil.
Penulis: Afra Ulia, siswi kelas V Kroasia]

Tag:ruang budaya



