
Mengaitkan Kesetimbangan Kimia dengan Dunia Industri Bersama PT Pupuk Iskandar Muda
SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe kembali menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Guest Teacher Chemistry yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan menghadirkan Rezky Mastura, S.T., Junior Engineer Rendah Produksi Amurea dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebagai narasumber. Mengangkat tema “Reversible Reaction and Equilibrium”, sesi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konsep kimia sekaligus membuka wawasan siswa terhadap penerapannya di dunia industri.
Kegiatan Guest Teacher merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menjembatani pembelajaran di kelas dengan realitas dunia kerja. Melalui kehadiran praktisi industri, siswa tidak hanya belajar konsep secara teoretis, tetapi juga memahami bagaimana ilmu kimia berperan penting dalam proses produksi berskala besar, khususnya di industri pupuk dan petrokimia.
Dalam pemaparannya, Rezky Mastura menjelaskan bahwa konsep reaksi reversibel dan kesetimbangan kimia merupakan dasar utama dalam proses produksi amonia dan urea di PT Pupuk Iskandar Muda. Ia mengawali sesi dengan pengenalan singkat profil PT PIM sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Melalui paparan tersebut, siswa diajak memahami bahwa pupuk bukan sekadar produk industri, melainkan bagian penting dari upaya memenuhi kebutuhan pangan dunia.
Selanjutnya, narasumber memaparkan gambaran umum proses produksi amonia dan urea, mulai dari bahan baku gas alam, proses reforming, hingga pembentukan produk akhir. Pada bagian ini, siswa diperkenalkan pada persamaan reaksi kimia yang telah mereka pelajari di kelas, khususnya reaksi pembentukan amonia dan urea yang bersifat reversibel dan dipengaruhi oleh kondisi kesetimbangan seperti suhu, tekanan, dan konsentrasi. Konsep prinsip Le Chatelier yang selama ini dipelajari secara abstrak menjadi lebih konkret ketika dikaitkan langsung dengan pengaturan kondisi reaktor di pabrik.
Interaksi antara narasumber dan siswa berlangsung aktif. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari bagaimana insinyur mengoptimalkan reaksi agar menghasilkan produk maksimal, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga kestabilan proses produksi. Narasumber juga berbagi pengalaman pribadi mengenai peran seorang engineer di industri, termasuk pentingnya ketelitian, kemampuan analisis, dan kerja sama tim lintas bidang.
Selain memperkaya pemahaman akademik, kegiatan ini juga memberikan edukasi karier bagi siswa. Rezky Mastura menjelaskan jalur pendidikan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang teknik kimia dan industri pupuk. Hal ini sejalan dengan tujuan sekolah dalam membantu siswa merencanakan masa depan sejak dini, khususnya bagi mereka yang berminat melanjutkan studi di bidang sains dan teknik.
Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe menyampaikan bahwa kegiatan Guest Teacher ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. “Kami berharap siswa tidak hanya memahami konsep kimia untuk kebutuhan akademik, tetapi juga mampu melihat peluang dan peran ilmu tersebut dalam menjawab tantangan global,” ujarnya.
Melalui kegiatan Guest Teacher Chemistry ini, SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe menegaskan perannya sebagai sekolah yang mendorong pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi masa depan. Diharapkan, pengalaman belajar bersama praktisi industri ini dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa serta menginspirasi mereka untuk terus mengembangkan potensi diri demi masa depan yang lebih baik.
Penulis: Fitri Handayani, S. Pd., Gr., M. Si. Guru Kimia SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe



