
Mengenal Lebih Dekat, Bertumbuh Bersama di PTA Kelas VIII
Lhokseumawe, 29 Agustus 2026 SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe menggelar kegiatan ParentTeacher Association (PTA) Kelas VIII pada Sabtu (29/8) di Lobi SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe. Mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat, Bertumbuh Bersama”, kegiatan ini menjadi ruang bagi sekolah dan orang tua untuk membangun komunikasi dan sinergi dalam mendampingi perkembangan siswa. Kegiatan diawali dengan pemaparan program sekolah dan agenda selama satu tahun ajaran oleh Kepala SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe, Siti Sarayulis, S.I.Kom., M.A. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai program siswa kelas VIII, termasuk Diversity Day, serta menyampaikan jadwal ETS dan UAS sebagai informasi penting bagi siswa dan orang tua selama tahun ajaran 2026/2027.

Tujuan utama dari PTA kelas VIII ini ialah mengenal sesama dan bersamasama mendampingi tumbuh kembang anak, baik di sekolah maupun di rumah sesuai dengan tema hari ini, Mengenal Lebih Dekat, Bertumbuh Bersama,” ujar Siti Sarayulis, S.I.Kom., M.A. Selain program sekolah, orang tua mendapatkan informasi mengenai sistem penilaian (grading system) dan sejumlah kebijakan sekolah, seperti kedisiplinan, penggunaan gawai, kebersihan, ketepatan waktu, penyelesaian tugas, serta pencegahan perundungan (bullying). Kegiatan dilanjutkan dengan refleksi bersama siswa dan orang tua melalui pengisian lembar refleksi, diskusi kelompok, dan gallery walk.
Melalui rangkaian tersebut, peserta diajak membangun komunikasi, keterbukaan, kepercayaan, dan kebersamaan dalam memahami kondisi serta kebutuhan anak. Sesi berikutnya menghadirkan konselor sekolah, Aulia Jihadah, S.Psi., yang akrab dipanggil Yaya, dengan materi ‘Mengenal Potensi Anak’.

Orang tua diajak memahami bahwa potensi anak tidak hanya terlihat dari prestasi akademik, tetapi juga dari minat, cara berpikir, keterampilan, karakter, dan aktivitas yang membuat anak antusias. “Anakanak tidak hanya dipaksa bisa matematika, tetapi masih banyak kecerdasan lainnya,” ujar Yaya. Orang tua juga diperkenalkan pada prinsip “Lihat, Tanyakan, Dengarkan” sebagai cara untuk mengenali dan mendampingi potensi anak dalam kehidupan seharihari. Dari 88 siswa kelas VIII, sebanyak 41 siswa hadir bersama orang tua, sementara 47 siswa tidak hadir, dengan tingkat partisipasi sekitar 46,6 persen. Sekolah berharap keterlibatan orang tua dalam kegiatan serupa terus meningkat agar kolaborasi sekolah dan keluarga semakin kuat dalam mendukung perkembangan anak, baik secara akademik maupun nonakademik.
Penulis: Rayhanun Jannah, S.Pd., guru Bahasa Indonesia SMPS Sukma Bangsa Lhokseumawe



