
Belajar Bahasa Mandarin Bersama Kakak Ying dan Emi
A school that learns adalah slogan sekolah Sukma Bangsa. Pada tanggal 07 Agustus 2025 seluruh siswa kelas III berkesempatan belajar Bahasa Mandarin bersama mahasiswa dari Taiwan. Siswa menyambut hangat dan mempraktikkan budaya sekolah, mereka memberikan senyuman, sapa, salam, sopan, dan santun sambil antri untuk menyalami. Begitu juga dengan mahasiswa tersebut, mereka merasa sangat senang melihat budaya yang ada di sekolah Sukma Bangsa. Mereka merasa sangat dihargai dan diterima dengan baik.

Tomy, Nur, Emi, dan Ying menjadi guru selama satu Minggu. Mereka mengajar di tiga jenjang, yaitu SD, SMP, dan SMA dengan jadwal yang sudah ditentukan. Kegiatan belajar bersama siswa kelas III berlangsung di perpustakaan induk sekolah Sukma Bangsa.
Kegiatan pembelajaran dimulai dengan sesi perkenalan terlebih dahulu, pengajarnya adalah Ying dan Emi. Mereka menggunakan Bahasa Inggris dan Mandarin kemudian, saya menterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia agar siswa dapat memahami dengan baik. Mereka mengajarkan sesi perkenalan dalam Bahasa Mandarin dan mengajak seluruh siswa untuk mengikutinya. Selain itu diajarkan pula cara menyapa, mengucapkan selamat pagi, selamat siang dan selamat malam, dan juga mereka mengajak seluruh siswa untuk berhitung dan menulis angka 1 sampai 10 dalam Bahasa Mandarin.
Seluruh siswa menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi. Ying dan Emi bahkan mengajak beberapa siswa maju ke depan untuk mempraktikkan percakapan bersama teman. Tidak hanya para siswa yang tampak bersemangat, Ying dan Emi pun terlihat menikmati proses belajar bersama. Dengan penuh kesabaran, keduanya membimbing siswa hingga mampu menuliskan percakapan tersebut. Emi memiliki ciri khas selalu memberi pujian dan apresiasi kepada siswa, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup. Kerja sama yang harmonis antara Ying dan Emi membuat penyampaian materi berjalan lancar, dan siswa pun merasa senang mengikuti kegiatan belajar ini.
Waktu dua jam terasa berlalu begitu cepat. Sebelum menutup pelajaran, Emi dan Ying mengajak seluruh siswa bermain sebuah permainan menarik berjudul elang dan ayam bersama anaknya. Keduanya terlebih dahulu menjelaskan aturan permainan: seekor elang berusaha memangsa anak ayam, sementara induk ayam harus berusaha melindungi dan menjaga anaknya agar tidak terlepas. Dalam kegiatan ini, Ying dan Pak Zubir ikut serta bermain bersama beberapa siswa, kemudian Emi dan Ying juga memanggil kelompok siswa lain untuk ikut mencoba. Suasana kelas menjadi riuh penuh kegembiraan; siswa merasa senang dan terkesan, begitu pula Ying dan Emi yang berulang kali menyampaikan rasa bahagia mereka terhadap budaya sekolah Sukma Bangsa. Sebelum mengakhiri kegiatan, seluruh siswa serentak mengucapkan terima kasih kepada kakak Ying dan Emi dalam bahasa Mandarin—sebuah tradisi yang memang hidup di sekolah Sukma. Menariknya, hal ini serupa dengan budaya di Taiwan, di mana siswa juga mengucapkan terima kasih kepada guru dan teman-temannya setelah kegiatan belajar selesai.
Saat waktu belajar usai dan siswa harus beristirahat, tampak mereka masih enggan berpisah dengan kakak Ying dan Emi. Harapannya, di kesempatan berikutnya mereka dapat kembali belajar bersama. Pengalaman belajar Bahasa Mandarin langsung dengan penutur asli dari Taiwan terasa sangat menyenangkan. Sebagai penutup, kami mengadakan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen yang berkesan dan penuh keceriaan tersebut.
Penulis: Sitti Rahmi, S.T. (Guru Kelas)



