
Macan yang Tidak Pernah Kapok
Di sebuah hutan, hiduplah seekor macan yang suka mencuri. Ia sering mengambil barang milik hewan lain tanpa izin. Karena itu, banyak hewan tidak menyukainya. Suatu pagi, Macan berjalanjalan di hutan. Ia sedang mencari sesuatu yang bisa dicuri. Saat melewati sebuah kedai, ia melihat pintunya terbuka. Kedai itu milik Momo si Monyet.

“Wah, banyak makanan enak di sini!” kata Macan. Macan mengintip ke dalam. Tidak ada siapasiapa. Ia pun masuk diamdiam. Macan mengambil banyak jajanan dan makanan. Tibatiba, ia melihat Momo sedang berjalan menuju kedai.
“Aduh! Momo datang!” seru Macan. Macan langsung melompat keluar dari jendela dan berlari secepat mungkin. Beberapa saat kemudian, Momo tiba di kedainya. Ia terkejut melihat tokonya berantakan. Banyak makanan hilang dan barangbarang berserakan.
“Siapa yang melakukan ini?” tanya Momo sedih.
Momo mengajak hewanhewan lain mencari pelakunya. Mereka menemukan jejak kaki di lantai. Namun, tidak ada yang tahu jejak kaki itu milik siapa. Tibatiba, seekor burung kecil datang. “Aku tahu siapa pelakunya!” kata burung.
“Siapa?” tanya Momo. “Macan! Aku melihatnya membawa makanan ke arah sungai.” Momo segera pergi ke sana. Benar saja, Macan sedang duduk sambil memakan makanan curiannya.
“Macan, kenapa kamu mencuri makananku?” tanya Momo. Macan menundukkan kepala. Ia merasa malu. Momo sebenarnya marah. Namun, ia memilih memaafkan Macan. “Kali ini aku memaafkanmu. Tapi jangan mengulanginya lagi,” kata Momo. Macan mengangguk.
Momo lalu meminta Macan membantu membersihkan kedainya. Macan pun membantu sampai semuanya rapi kembali. Tetapi setelah itu, Macan merasa kesal.
“Aku capek sekali. Semua ini garagara Momo,” gumamnya.
Macan mulai menyimpan rasa marah kepada Momo. Beberapa hari kemudian, Macan melakukan kesalahan lagi. Ia diamdiam membawa anak Momo yang masih kecil dan menyembunyikannya di sebuah tempat di hutan. Ketika Momo tidak menemukan anaknya, ia sangat sedih.
“Di mana anakku?” kata Momo sambil mencari ke manamana.
Momo lalu meminta bantuan polisi hutan. Sementara itu, Macan mulai merasa takut. Malam harinya ia bermimpi buruk. Dalam mimpinya, ia melihat Momo terus mencari anaknya sambil menangis. Macan terbangun dengan tubuh gemetar.
“Aku tidak seharusnya melakukan ini,” katanya.
Tibatiba terdengar suara ketukan di pintu.
Tok! Tok! Tok!
Macan mengintip dari jendela. Ia melihat polisi hutan dan Momo sedang mencarinya.
Macan langsung panik. Ia berlari keluar dari pintu belakang. Namun karena terburuburu, ia terjatuh ke dalam parit. Kakinya terluka dan ia tidak bisa lari lagi. Polisi hutan akhirnya berhasil menangkap Macan.
Macan mengaku bahwa ia telah menyembunyikan anak Momo. Untunglah, anak Momo segera ditemukan dalam keadaan selamat. Karena perbuatannya, Macan harus masuk penjara selama bertahuntahun.
Di dalam penjara, Macan sering memikirkan kesalahannya. Ia menyesal karena sudah berbuat jahat kepada Momo. Setelah bebas, Macan kembali ke hutan. Namun, tidak ada hewan yang mau berteman dengannya.
Saat itu, Macan sadar bahwa perbuatan buruk bisa membuat orang lain kehilangan kepercayaan. Sejak hari itu, Macan berusaha menjadi hewan yang baik. Ia bekerja dengan rajin dan suka membantu hewan lain.
Lamakelamaan, hewanhewan di hutan melihat perubahan Macan. Mereka mulai mau berteman dengannya lagi. Macan pun hidup dengan bahagia dan tidak pernah mencuri lagi.
Penulis: Muhammad Rafiq Asshiddiq, siswa kelas II Slowakia



