
Setiap Langkah dan Doamu
Pa..Bu..
Tiga tahun lalu kau antar aku di gerbang sekolah
Seragam kebesaran dantas yang hampir menutupi punggung
Hari ini kau duduk di ruangan ini, menahan air mata
Melihat anakmu yang dulu malu-malu, kini dipanggil ke panggung
Terima kasih pa bu sudah bangun subuh untuk membuat bekal
Terima kasih pa bu sudah berpura-pura kuat saat BPP-ku belum lunas
Kelulusan ini milikku juga, Ibu, dan Papa
Teman-temanku
Kita bertemu karena searah, bertahan karena sefrekuensi
Kita disatukan oleh nomor absen dan bangku yang berderit
Lalu direkatkan oleh tawa, air mata, dan cilok satu tusuk berdua
Kita pernah janji tak akan lupa
Meski nanti berakhir terpisahkan kota
Kita berjanji tidak akan menjadi teman sampai saat ini saja, bukan?
Temanku, Tolong jangan lupakan perjalanan kita bersama
Ketika rindu mendera, tutup saja matamu
Karena kita pernah hidup di detik yang sama
Kepada pembimbing terbaik sepanjang masa
Terima kasih sudah tak lelah menghapus
Bukan hanya tulisan di papan, tapi kemalasan di kepala kami
Maaf untuk ribut yang memotong sabarmu
Maaf pula untuk segala tingkah kami yang menyulitkan harimu
Engkau tak hanya mengajar bab per bab
Engkau ajarkan kami pula cara jatuh tanpa menyerah
Tempat ini akan berbeda, bel akan berbunyi untuk orang lain
Tapi sebagian hati kami akan selalu tinggal di sini
Di dukungan orang tua, di rasa pertemanan, dan ilmu yang berharga dari para guru
Selamat tinggal Sukma Bangsaku
Kami pamit untuk tumbuh. [Vilza Adzilla, VIII Phoenix Dactylifera]



