
Antara Aku dan Aku

Di hadapan cermin aku terpaku
menatap wajah yang serupa denganku
namun pada matanya kulihat waktu
berdiam seperti rahasia yang tak pernah berlalu
Pada pantulan itu kulihat diriku beberapa tahun lagi,
bukan yang paling sempurna,
hanya seseorang yang tetap bertahan
ketika banyak hal tidak berjalan sesuai rencana.
“Inikah aku?” tanyaku pada bayangan yang nyata
ia mengangguk tanpa perlu banyak kata,
lalu kusadari hidup bukan tentang tiba di tujuan semata
melainkan tentang tetap berjalan ketika arah terasa hampa
Saat cermin kembali menyimpan wajahku sendiri
pesannya masih bergema di relung hati,
“Jangan takut menjadi yang sedang berproses hari ini
sebab aku adalah bukti bahwa kau tidak berhenti”
Penulis: Meisya Syarrani Faisal, siswi kelas XI Sao Francisco



