
Kesebangunan yang Menjadi Nyata di Ruang Kelas
Matematika sering kali dianggap sebagai kumpulan angka, rumus, dan perhitungan yang hanya hidup di dalam buku pelajaran. Namun, bagi siswa kelas VIIFuschia Magellanica SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe, anggapan tersebut perlahan berubah melalui kegiatan Guest Teacher yang menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih dekat dengan kehidupan seharihari.
Pada Jumat, 22 Mei 2025, ruang kelas VIIFuschia Magellanica menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Guest Teacher Matematika dengan tema “Penerapan Kesebangunan dalam Kehidupan Seharihari.” Kegiatan ini menghadirkan Zulfatie Chaira, S.Mat., alumni Program Studi Matematika FMIPA Universitas Brawijaya, sebagai narasumber. Kehadiran seorang alumni yang telah menempuh pendidikan tinggi di bidang matematika memberikan warna tersendiri bagi pembelajaran hari itu.

Sejak awal kegiatan, suasana kelas terasa hangat dan penuh rasa ingin tahu. Setelah sesi perkenalan, narasumber mengajak siswa memahami kembali konsep kesebangunan melalui penjelasan yang sederhana dan dekat dengan pengalaman mereka. Materi yang biasanya dipelajari melalui gambargambar di buku kini disajikan dalam bentuk contoh nyata yang mudah dibayangkan dan dipahami.
Siswa diajak melihat bagaimana konsep kesebangunan sebenarnya hadir di sekitar mereka. Melalui berbagai ilustrasi menarik, narasumber menjelaskan bahwa prinsip kesebangunan dapat digunakan untuk menentukan tinggi pohon hanya dengan membandingkan panjang bayangannya, memperkirakan ukuran objek yang sulit diukur secara langsung, hingga memahami penggunaan skala pada peta, desain bangunan, dan gambar teknik. Penjelasan tersebut membuat siswa menyadari bahwa matematika memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas manusia..
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan muncul dari rasa penasaran mereka, mulai dari cara mengukur benda yang sangat tinggi hingga penerapan kesebangunan dalam pekerjaan seharihari. Antusiasme siswa terlihat jelas dari semangat mereka dalam memberikan tanggapan dan mencoba menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh narasumber.
Melalui kegiatan ini, pemahaman siswa terhadap konsep kesebangunan semakin kuat. Mereka mampu mengidentifikasi syaratsyarat bangun yang sebangun serta menghubungkannya dengan berbagai situasi nyata. Lebih dari itu, siswa memperoleh perspektif baru bahwa matematika bukan sekadar mata pelajaran di sekolah, melainkan ilmu yang digunakan dalam berbagai bidang, seperti pemetaan, konstruksi, desain, fotografi, dan teknik.
Tidak hanya memberikan manfaat akademik, kegiatan ini juga menghadirkan inspirasi bagi peserta didik. Interaksi langsung dengan narasumber yang merupakan alumni matematika membuka wawasan siswa mengenai peluang pendidikan dan karier di masa depan. Mereka belajar bahwa ketekunan dalam mempelajari matematika dapat menjadi bekal untuk meraih berbagai citacita.
Kegiatan Guest Teacher ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang kontekstual mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Ketika konsep matematika dikaitkan dengan kehidupan nyata dan disampaikan oleh praktisi yang berpengalaman, siswa menjadi lebih mudah memahami materi sekaligus lebih termotivasi untuk belajar.
Melalui kegiatan ini, SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan menghadirkan berbagai narasumber dari beragam bidang sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin kaya, luas, dan bermakna.
Penulis: Azwar Anas, S.Pd., Guru Matematika SMPS Sukma Bangsa Lhokseumawe



