
Student Lead Conference, Siswa Jadi Tokoh Utama dalam Penerimaan Rapor di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe
SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe melaksanakan kegiatan penerimaan laporan hasil belajar semester genap Tahun Ajaran 2025/2026 pada Kamis, 18 Juni 2026. Berbeda dari umumnya pembagian rapor, sekolah menerapkan konsep Student Lead Conference (SLC), yaitu proses penerimaan rapor yang menempatkan siswa sebagai tokoh utama dalam menyampaikan perkembangan belajarnya kepada orang tua.

Dalam pelaksanaannya, sekolah mengundang orang tua dan siswa untuk hadir bersama di sekolah. Secara bergantian, orang tua dan siswa dipersilakan duduk di hadapan wali kelas. Setelah menerima rapor, siswa mempresentasikan hasil belajarnya secara langsung kepada orang tua dengan didampingi oleh wali kelas sebagai fasilitator proses dialog.
Pada kesempatan tersebut, siswa menjelaskan berbagai hal yang telah mereka capai selama satu semester, seperti perkembangan akademik maupun nonakademik, tantangan yang dihadapi selama proses belajar, serta rencana perbaikan yang akan dilakukan pada semester berikutnya. Selain itu, siswa juga menyampaikan bentuk dukungan yang mereka harapkan dari orang tua agar dapat berkembang menjadi lebih baik.

Setelah mendengarkan penjelasan dari putraputrinya, orang tua diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, apresiasi, dan masukan. Suasana dialog yang hangat dan terbuka tampak selama kegiatan berlangsung. Melalui percakapan tersebut, orang tua dapat lebih memahami proses belajar anak, bukan hanya dari angkaangka yang tertulis pada rapor, tetapi juga dari refleksi dan pengalaman belajar yang disampaikan secara langsung oleh anak mereka.

Sebagai fasilitator, wali kelas berperan mendampingi jalannya diskusi agar komunikasi antara siswa dan orang tua berlangsung dengan baik. Kegiatan Student Lead Conference ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepercayaan diri, dan kemampuan refleksi diri pada siswa, sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Penulis: Nurfitria, S.Si., Guru MAtematika SMPS Sukma Bangsa Lhokseumawe



