
Belajar Berani dari Jambore Nasional Satya Kudarmakan, Darma Kubangkitkan
Menjadi peserta Jambore Nasional (Jamnas) ke12 merupakan salah satu impian yang akhirnya berhasil aku wujudkan. Namun, perjalanan untuk sampai ke sana tidak mudah. Ada keraguan, rasa takut, bahkan kegagalan yang sempat membuatku berpikir untuk menyerah. Awalnya, aku merasa ragu untuk mengikuti Jamnas karena aku belum pernah berkemah sebelumnya. Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan juga cukup besar. Namun, dukungan dari Mama membuatku berani mencoba. Aku mulai meyakinkan diriku bahwa setiap kesempatan tidak selalu datang untuk kedua kalinya.

Keraguan kembali muncul ketika aku mengetahui bahwa peserta lakilaki dari sekolahku tidak jadi ikut. Artinya, aku harus berangkat sendirian tanpa pendamping dari sekolah. Saat itu, aku benarbenar bimbang. “Ikut atau tidak, ya?” pikirku. Namun, akhirnya aku memilih untuk tetap berangkat. Dalam hati aku berkata, “Kalau tidak ikut sekarang, kapan lagi?”
Aku terus berusaha dan belajar hingga akhirnya nilaiku meningkat. Puncak kebahagiaan datang saat upacara pelepasan. Namaku dipanggil sebagai salah satu peserta yang lulus Pramuka Garuda. Ketika medali disematkan, perasaan bahagia dan bangga bercampur menjadi satu. Saat itu aku menyadari bahwa semua usaha, rasa lelah, bahkan kegagalan yang pernah kualami ternyata tidak siasia.
Perjalanan Panjang Menuju Buperta
Perjalanan menuju Buperta Cibubur juga menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagiku. Aku bersama rombongan berangkat menuju Pelabuhan Belawan. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan menggunakan kapal selama sekitar tiga hari menuju Tanjung Priok. Perjalanan panjang itu tentu tidak selalu mudah. Banyak tantangan yang kami hadapi. Barang bawaan terasa berat, carrierku tidak tertata dengan baik sehingga menjadi berat sebelah, dan komunikasi dengan orang tua juga cukup sulit karena jaringan internet di kapal tidak selalu tersedia.

Namun, semua rasa lelah itu seolah terbayarkan ketika kami akhirnya tiba di Buperta Cibubur. Di sana, aku bertemu dengan banyak peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Aku mendapatkan temanteman baru dan merasakan suasana persaudaraan yang luar biasa. Berbagai kegiatan pun kami ikuti, mulai dari mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dan museum, menonton konser, mengunjungi Pasar Jambore, hingga menikmati pentas seni setiap malam. Salah satu momen yang paling berkesan bagiku adalah ketika seluruh Kwartir Daerah (Kwarda) Aceh berkumpul dan memberikan dukungan saat perwakilan Aceh tampil.
Mencoba HalHal Baru
Selama mengikuti Jamnas, aku mendapatkan begitu banyak pengalaman baru. Aku mencoba berbagai kegiatan yang sebelumnya belum pernah kulakukan. Aku bahkan mencoba menyelam di Kolam Hijau, mengikuti berbagai tantangan di hutan, hingga menikmati wahana di Trans Studio. Ada pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, bahkan melelahkan. Namun, justru dari pengalamanpengalaman itulah aku banyak belajar. Dari sana aku belajar bahwa dalam kehidupan, kita tidak selalu harus menjadi orang yang paling kuat atau paling hebat. Terkadang, yang paling penting adalah mau bekerja sama, saling membantu, dan tidak malu meminta pertolongan ketika membutuhkannya.
Ketika Perpisahan Tiba
Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Tiba saatnya kami harus meninggalkan Buperta. Anehnya, ketika perpisahan tiba, aku justru merasa sangat sedih. Padahal, di awal kegiatan, kami sering merasa lelah dan berharap semua kegiatan segera selesai. Namun, ketika benarbenar sampai pada akhir kegiatan, muncul rasa tidak percaya bahwa semuanya sudah berakhir.

Aku harus meninggalkan tempat yang selama beberapa hari terakhir menjadi rumah bersama. Aku juga harus berpisah dengan temanteman yang baru saja kukenal dari berbagai provinsi. Seperti baru kemarin kami bertemu, tetapi kini harus kembali ke daerah masingmasing. Dari pengalaman tersebut, aku menyadari bahwa waktu memang berjalan begitu cepat ketika kita menikmati setiap proses. Jamnas bukan hanya tentang berkemah atau mengikuti berbagai kegiatan Pramuka, tetapi juga mengajarkanku tentang keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk bangkit dari kegagalan, pentingnya kerja sama, serta indahnya menemukan persahabatan baru.
Jamnas mengajarkanku satu hal penting: terkadang kita harus berani melangkah meskipun masih merasa takut, karena pengalaman berharga sering kali menunggu di balik keraguan. Kenangan di Buperta pada 13–20 Agustus akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidupku yang tidak akan pernah kulupakan.
Penulis: Inshira Fauzia, Siswi Kelas VIII Nexion



