Home » Kegiatan Team Building sebagai Upaya Meningkatkan Kolaborasi antar Siswa Baru

Kegiatan Team Building sebagai Upaya Meningkatkan Kolaborasi antar Siswa Baru

by pusdatin ssbLhok

Setiap siswa adalah individu yang unik dan memiliki karakteristik tersendiri. Karakter setiap siswa dapat terbentuk dari interaksi yang di bangun dalam lingkungan keluarga, tempat tinggal dan lingkungan sekolah mereka sebelumnya. Perbedaan karakter ini tentunya bukan menjadi suatu masalah yang akan menghambat siswa kedepannya, namun penting untuk diketahui maknanya agar seluruh siswa dapat saling memahami dan berkolaborasi di tengah perbedaan yang ada. Sebagai siswa baru, wajar saja jika awalnya mereka masih berproses dalam mengenal karakter teman barunya serta menyesuaikan sikap berdasarkan nilai-nilai yang ada di sekolah baru. Oleh karena itu, kegiatan team building menjadi penting untuk dilakukan sebagai langkah awal stimulasi kepada siswa untuk meningkatkan kolaborasi diantara siswa baru.

Kegiatan team building memiliki manfaat yang dapat menstimulasi pembentukan kolaborasi siswa dengan berbagai karakter baru yang ditemui di lingkungan sekolah. Siswa akan belajar untuk membangun kerjasama, saling mendengarkan dan belajar berkomunikasi satu sama lain. Kerjasama dan komunikasi yang muncul dari interaksi yang dibangun akan menjadi pelajaran penting untuk siswa agar dapat meningkatkan kemampuan sosial mereka. Kemampuan sosial penting untuk dikembangkan karena berguna untuk membantu siswa dalam bereaksi dan menghadapi lingkungan baru yang akan mereka temui nantinya. Kegiatan ini tentunya juga menjadi momen yang tepat untuk siswa agar saling mengenal satu sama lain, membangun kepercayaan dan juga bermain bersama.

Kegiatan team building ini diadakan pada Kamis, 11 Agustus 2022 dan diikuti oleh siswa kelas VII serta seluruh guru SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe. Kegiatan dimulai pukul 08.00 sampai 15.30 WIB di area selasar sekolah. Adapun jenis kegiatan yang diikuti siswa yaitu, (1) senam gembira; (2) menonton video inspiratif dan menulis refleksi; (3) membuat life mapping; (4) bermain permainan yang kolaboratif; (5) refleksi; dan ditutup dengan (6) pembagian hadiah hiburan dan foto bersama. Sesi senam gembira di pimpin oleh guru PJOK dengan gerakan-gerakan yang menggerakkan seluruh anggota tubuh siswa. Sesi ini juga diiringi oleh musik yang menambah keseruan senam gembira, terlihat seluruh siswa mengikuti gerakan sambil tertawa riang. Senam gembira ini bertujuan untuk membangun suasana menyenangkan dan meregangkan anggota tubuh siswa agar siap mengikuti kegiatan lainnya.

Selanjutnya, siswa menonton dua video insipiratif. Video yang pertama menceritakan tentang kisah siswa yang memiliki keterbatasan dari segi ekonomi dalam mencapai cita-citanya. Harapannya video ini dapat menyadarkan siswa tentang arti dari perjuangan di tengah kesulitan yang mungkin akan menghadang kedepannya. Selanjutnya, video kedua  yang ditayangkan adalah video animasi mengenai perjuangan menyatukan perbedaan. Video ini merupakan video tanpa percakapan yang menggambarkan tentang perjuangan sebuah spesies jamur dari koloni berbeda yang ingin berbaur ke koloni jamur lain yang ada diseberangnya. Video ini memperlihatkan bagaimana dinamika awal yang terjadi ketika jamur yang berbeda itu di tolak oleh kelompok jamur lain, namun itu tidak menurunkan semangat jamur ini untuk dapat berbaur dengan kelompok jamur itu dengan segala rintangan dan penolakan yang ada. Harapannya, video ini dapat menggugah siswa untuk menerima perbedaan yang ada, sehingga tidak ada yang merasa tertinggal dan merasa paling hebat diantara yang lain.

Seluruh siswa dan guru menonton video tersebut dengan fokus dan tenggelam di video yang di tonton. Akhir dari sesi menonton video ini adalah menuliskan refleksi. Siswa diminta untuk menuliskan tentang pesan yang didapat dan bagaimana perasaan mereka setelah menonton kedua video tersebut. Berikut beberapa contoh dari hasil refleksi mereka:

Janganlah kamu merendahkan orang yang lemah. Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin jika kamu yakin. Setelah menonton video itu saya menjadi terinspirasi, merasa yakin dan percaya diri.”

“Setinggi-tingginya mimpimu, jika kamu berusaha menggapainya pasti kamu bisa meraihnya. Bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Saya sedih saat melihat tokoh Angga di rendahkan dan saya bahagia karena akhirnya Angga dapat meraih mimpinya ”

“Meskipun berbeda-beda, kita harus tetap saling menghargai satu sama lain. Video itu menyadarkan saya mengenai arti dari pertemanan yang tidak mengenal perbedaan”

“Tetaplah berteman walau saling beda. Saya bahagia karena akhirnya kedua jenis jamur yang berbeda itu dapat bahagia bersama.”

Setelah selesai menonton video inspiratif, kegiatan dilanjutkan dengan membuat life mapping. Life mapping ini merupakan kegiatan yang menstimulasi siswa untuk berpikir dan menyusun hal-hal yang ingin dicapai kedepan. Siswa perlu dikenalkan dengan pembuatan life mapping ini untuk memunculkan minat dan motivasi siswa kepada hal-hal yang ingin di capai kedepannya. Adapun hal-hal yang dimuat dalam life mapping ini yaitu mencakup harapan siswa di pelajaran yang dipelajari di sekolah, sikap yang ingin siswa bentuk selama di SMP, cara mereka menjaga kesehatannya, harapan siswa untuk keluarga dan pertemanan siswa, rencana liburan yang diharapkan dan kegiatan hiburan lainnya yang ingin dilakukan di waktu luang siswa serta cita-cita yang ingin diraih. Adapun esensi dari kegiatan ini bukan hanya berfokus kepada apa yang siswa tulis, melainkan menstimulasi siswa untuk mulai berpikir dan membuat harapan dari hal-hal yang dekat dengan mereka. Seluruh siswa terlihat sangat fokus menyelesaikan life mapping mereka sampai waktu yang dipakai melebihi waktu yang sudah ditentukan. Hal ini juga dikarenakan siswa semangat sekali menghias life mapping mereka dengan beragam warna dari kertas dan alat mewarnai yang dimiliki.

Selesai membuat life mapping, tibalah waktunya untuk mereka bermain permainan kolaboratif yang dapat membangun keakraban. Permainan pertama adalah bermain permainan kata. Siswa dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok akan diberikan clue dari kata yang yang harus disebutkan, misalnya “sebutkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan di sekolah” dan sebagainya. Setiap siswa di kelompok yang bermain akan berbaris secara vertikal dan menyebutkan satu kata secara bergantian. Jika terdapat siswa yang salah atau menyebutkan kata yang sudah disebutkan, maka permainan tidak dapat dilanjutkan ke siswa lain sampai siswa tersebut menyebutkan kata yang benar. Disini mereka akan bertemu sebagai suatu kelompok yang harus menyelesaikan misinya dalam waktu yang sudah ditentukan. Tiga kelompok yang menyebutkan kata terbanyak akan memenangkan permainan. Terlihat mereka saling mendukung satu sama lain ketika teman yang sedang berusaha menyebutkan kata yang tepat. Seluruh siswa di kelompok yang bermain mulai dari barisan paling belakang sampai kedua dari depan fokus dengan temannya yang berada paling depan. Hal ini secara tidak langsung membuat siswa berinteraksi dan mengenali teman-teman yang ada di kelompoknya.

Waktu zuhur pun tiba. Siswa muslim bergegas untuk menunaikan shalat zuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang. Sementara siswa non muslim diperkenankan untuk istirahat dan makan siang lebih awal. Setelah seluruh siswa beristirahat, permainan kedua dilanjutkan. Siswa dibagi lagi menjadi enam kelompok yang berbeda dari permainan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar siswa dapat membangun interaksi dengan siswa lainnya. Siswa bermain permainan “terpal berlubang”, dimana setiap kelompok diberikan misi untuk membawa bola sebanyak-banyaknya ke keranjang di garis finish dengan terpal yang berlubang di bagian tengahnya. Jika sudah di garis finish, siswa harus memasukkan bola yang dibawa melalui celah yang ada ke keranjang tanpa terjatuh. Selama permainan berlangsung, seluruh anggota kelompok harus bekerja sama agar bola yang dibawa tidak jatuh melalui celah yang ada. Berdasarkan yang terlihat, mereka saling berkoordinasi dan mengambil peran untuk mencapai misi mereka. Tiga kelompok dengan bola terbanyak akan memenangkan permainan ini.

Seluruh kegiatan pun selesai dan ditutup dengan sesi refleksi. Mereka menuliskan apa yang dirasakan dan manfaat apa yang dirasakan dari kegiatan yang sudah diikuti. Berikut beberapa contoh dari refleksi mereka:

Saya senang bisa bermain dengan teman sengkatan yang belum saya kenal sebelumnya, karena kita bermain bersama jadinya bisa menjadi lebih akrab dengan yang lain. ”

“Meskipun lelah, tapi saya sangat senang. Seru juga karena bisa bermain dengan teman yang beda kelas.”

“Saya senang karena kegiatannya menyenangkan dan kita pun bisa mengobrol dengan teman baru”.

“Senang sekali, karena dengan kegiatan ini saya bisa mendapatkan teman baru”. Semoga aktivitas yang dilalui dari kegiatan ini dapat menjadi pengalaman bermakna untuk seluruh siswa. Tentunya ini bukan satu-satunya cara yang dapat membuat siswa langsung akrab dan dapat berkolaborasi secara positif. Namun, harapannya melalui kegiatan ini siswa dapat lebih mengenal satu sama lain dari kegiatan yang sudah dijalani bersama. Semoga siswa dan seluruh guru dapat sama-sama berproses dalam mengenali karakter masing-masing dan dapat membentuk karakter siswa yang bersikap sesuai dengan nilai dan budaya sekolah.

By : Aulia Denisa Putri, S.Psi. (Konselor SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe)

You may also like

Leave a Comment