
Guest Teacher SBdP, Materi “ Seni Tari Melayu”
Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pada tahun pelajaran berjalan menjadwalkan kegiatan guest teacher sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman langsung. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada tanggal 12 dan 13 November 2025, tepatnya pada hari Rabu dan Kamis, dan ditujukan untuk peserta didik kelas XI yang terdiri dari lima kelas. Kehadiran guest teacher diharapkan dapat memberikan wawasan baru, memperkaya pemahaman siswa, serta meningkatkan antusiasme dalam mempelajari seni budaya secara lebih kontekstual.

Pada tahap perencanaan awal, kegiatan guest teacher dirancang untuk mendukung materi pembelajaran seni musik. Namun, seiring berjalannya waktu dan adanya perubahan alur materi pembelajaran pada minggu tersebut telah bergeser menjadi seni tari Melayu. Untuk memastikan kesesuaian antara materi dan pelaksanaan kegiatan, dilakukan penyesuaian dengan mencari narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang seni tari, khususnya tari Melayu.
Setelah melalui proses pemilihan narasumber yang tepat, sekolah mengundang Bapak Angga Rahmad Pratama sebagai guest teacher. Beliau adalah seorang praktisi seni tari yang memiliki reputasi baik dan telah banyak tampil dalam berbagai acara seni di tingkat daerah maupun regional. Bapak Angga Rahmad Pratama dikenal luas di Kota Lhokseumawe sebagai penari profesional, pelatih tari, dan penggiat seni yang aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui berbagai kegiatan pertunjukan, pelatihan, dan kolaborasi seni.
Pelaksanaan kegiatan guest teacher pada hari pertama, yaitu Rabu, 12 November 2025, berlangsung dengan melibatkan dua rombongan belajar, yakni kelas XI São Fransisco dan XI Euphrates. Kedua kelas ini dijadwalkan mengikuti sesi pembelajaran secara bersamaan. Pada perencanaan awal, kegiatan direncanakan berlangsung di area selasar tengah yang dinilai cukup luas dan representatif untuk kegiatan pembelajaran seni tari. Namun, karena pada saat bersamaan area tersebut masih digunakan untuk kegiatan pembelajaran jenjang SD, dilakukan penyesuaian lokasi sehingga kegiatan dipindahkan ke selasar gedung SD kelas tinggi.

Pada sesi hari pertama ini, Bapak Angga Rahmad Pratama selaku guest teacher memberikan materi lanjutan terkait tari Melayu. Beliau memperkenalkan rangkaian gerak baru dari Tari Kreasi Gincu Merah Muda, yang sebelumnya telah diperkenalkan oleh saya. Bapak Angga Rahmad Pratama menjelaskan setiap gerakan secara bertahap, dimulai dari teknik dasar, posisi tubuh, ekspresi wajah, hingga kekompakan dalam mengikuti alur musik. Beliau juga memberikan demonstrasi langsung sehingga peserta didik dapat mengamati contoh gerak yang benar sebelum mempraktikkannya secara berkelompok.
Selama proses pembelajaran berlangsung, dinamika kelas cukup beragam. Berdasarkan pengamatan, pada hari pertama ini beberapa peserta didik tampak kurang fokus dan menunjukkan perilaku yang kurang kondusif, seperti berbicara dengan teman, bergerak bebas tanpa memperhatikan instruksi, serta merasa malu-malu untuk mencoba gerakan yang diperagakan. Hal ini dapat dipahami mengingat sebagian siswa belum terbiasa belajar bersama narasumber eksternal atau belum memiliki keberanian untuk tampil di hadapan orang banyak.
Meskipun demikian, terdapat juga sejumlah peserta didik yang menunjukkan sikap positif, antusias, dan berpartisipasi secara aktif. Mereka terlihat bersemangat mengikuti setiap instruksi, mencoba gerakan baru dengan percaya diri, dan berusaha memperbaiki teknik gerakan ketika mendapatkan umpan balik dari guest teacher. Keaktifan sebagian peserta didik ini memberi pengaruh positif bagi suasana pembelajaran secara keseluruhan.
Pada akhir sesi, Bapak Angga Rahmad Pratama memberikan motivasi kepada seluruh peserta didik agar lebih percaya diri, menghargai seni budaya Melayu, dan terus mengembangkan kemampuan gerak mereka. Hari pertama kegiatan guest teacher ini memberikan gambaran awal mengenai kesiapan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran tari, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan kegiatan pada hari kedua, terutama dalam hal pengelolaan kelas, penguatan disiplin, dan peningkatan keterlibatan aktif siswa.
Pada hari kedua pelaksanaan kegiatan guest teacher, yaitu pada hari Kamis, 13 November 2025, kegiatan diikuti oleh tiga kelas gabungan, yakni kelas XI Salzach, XI Alster, dan XI Kovaselva. Berbeda dari hari sebelumnya, pada hari kedua ini kegiatan telah dapat dilaksanakan di area selasar tengah sesuai rencana awal, karena area tersebut sudah tidak lagi digunakan oleh jenjang lain. Pemindahan kembali ke lokasi utama ini memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi siswa serta mendukung berlangsungnya proses pembelajaran tari dengan lebih optimal.
Sejak awal kegiatan dimulai, terlihat dengan jelas tingginya antusiasme peserta didik. Ketiga kelas hadir dengan kesiapan yang baik, mulai dari kerapian barisan hingga perhatian penuh terhadap instruksi yang diberikan. Tidak diperlukan banyak penekanan atau pengulangan perintah, karena para siswa sudah memahami alur kegiatan serta menunjukkan sikap disiplin yang sangat positif. Kondisi ini menciptakan suasana belajar yang kondusif, teratur, dan nyaman bagi guest teacher maupun saya.
Materi yang disampaikan pada hari kedua tetap sama seperti hari pertama, yaitu rangkaian gerak lanjutan dari Tari Kreasi Gincu Merah Muda. Bapak Angga Rahmad Pratama kembali memberikan penjelasan, demonstrasi gerak, serta pembetulan teknik secara individual maupun kelompok. Namun, berbeda dari hari sebelumnya, respons siswa pada hari kedua jauh lebih baik. Peserta didik mengikuti seluruh arahan dengan cepat, memperlihatkan keberanian dalam mempraktikkan gerakan, dan mampu menyesuaikan ritme musik dengan lebih tepat.
Pelaksanaan kegiatan guest teacher Seni Budaya pada tanggal 12–13 November 2025 secara keseluruhan berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi peserta didik kelas XI. Kehadiran Bapak Angga Rahmad Pratama sebagai narasumber mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya, langsung, dan aplikatif dalam memahami seni tari Melayu, khususnya Tari Kreasi Gincu Merah Muda.
Meskipun pada hari pertama masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya fokus siswa, rasa malu, dan dinamika kelas yang belum sepenuhnya kondusif, kondisi tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan pada hari kedua. Siswa tampil lebih antusias, disiplin, percaya diri, serta menunjukkan kemampuan motorik dan penguasaan gerak tari yang lebih baik.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat pemahaman siswa mengenai teknik tari, tetapi juga mengembangkan sikap positif seperti kerja sama, keberanian, disiplin, dan apresiasi terhadap seni tari. Secara keseluruhan, kegiatan guest teacher ini dinilai efektif, inspiratif, dan relevan dalam mendukung tujuan pembelajaran SBdP, serta direkomendasikan untuk terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan variasi pembelajaran di sekolah.
Penulis: Febri Yanti, S.Pd (Guru Seni SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe)
Tag:#guestteacher, sbdp



