
Membuat Labirin dengan Kardus Bekas
Pada kegiatan ini, seorang guest teacher akan mendampingi tiga kelas V dalam sesi pembelajaran yang dijadwalkan pada hari yang berbeda. Pada Senin, 13 Januari 2025, guest teacher akan mengajar di kelas V Nabawi, disusul dengan kelas V Al Masyar pada Selasa, 14 Januari, dan terakhir di kelas V Babul Huda SDS Sukma Bangsa Lhokseumawe pada Rabu, 15 Januari. Guest teacher yang diundang adalah Misrawati Aris, S.S., seorang kreator konten TikTok yang mengkhususkan diri dalam kerajinan tangan (handcraft). Keahlian yang dimiliki oleh Ibu Mishra sangat sesuai dengan materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran ini.
Kegiatan dimulai dengan perkenalan oleh Ibu Mishra, diikuti dengan sesi kerja kelompok yang telah dibentuk oleh guru bidang studi. Setiap siswa membawa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat labirin, seperti kardus bekas, cutter, gunting, lem tembak, pensil, penghapus, penggaris, dan satu buah kelereng.

Untuk memancing kreativitas siswa, Ibu Mishra terlebih dahulu memperlihatkan contoh labirin yang akan dibuat. Langkah pertama dalam proses pembuatan adalah memotong kardus sesuai ukuran yang dibutuhkan untuk dasar labirin. Selanjutnya, siswa membuat dinding labirin dan menempelkannya menggunakan lem tembak. Di ujung labirin, dibuat sebuah lubang sebagai titik akhir (finish). Setelah itu, mereka menambahkan dinding penahan di sekitar labirin. Bentuk dan tingkat kesulitan labirin disesuaikan dengan kreativitas masing-masing siswa—ada yang memilih desain sederhana, sedang, hingga rumit dengan jalur berkelok-kelok.
Seluruh siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi, saling bertukar ide, dan berdiskusi dalam kelompok untuk menentukan desain terbaik. Beberapa di antaranya juga berbagi pendapat dengan kelompok lain. Kolaborasi yang terjadi di dalam kelas mencerminkan semangat kerja sama yang baik, tentunya dengan bimbingan dari guru bidang studi dan guest teacher.

Tanpa terasa, waktu pembelajaran telah habis, sementara beberapa kelompok belum menyelesaikan labirin mereka. Oleh karena itu, guest teacher dan guru bidang studi menginformasikan bahwa proyek ini dapat dilanjutkan pada pertemuan berikutnya dalam mata pelajaran SBdP. Beberapa siswa tampak kecewa karena merasa masih asyik dalam proses pembuatan. Salah seorang siswa bahkan berkata, “Ibu, cepat sekali waktunya habis. Padahal saya lagi seru-serunya menempel dinding labirin ini.” Perkataan tersebut membuat guest teacher dan guru bidang studi tersenyum, menyadari bahwa siswa benar-benar menikmati dan menghayati proses pembelajaran ini.

Sebagai penutup, guest teacher menyampaikan kata-kata motivasi kepada siswa, mengingatkan mereka untuk melanjutkan proyek ini pada pertemuan berikutnya, dan menutup sesi dengan salam. Seluruh siswa serempak menjawab salam dan mengucapkan terima kasih kepada guest teacher, “Terima kasih, Ibu Mishra.”
Penulis: Cut Dinda Gestri Febrina, S.Pd., M.A (Guru Kelas SDS Sukma Bangsa Lhokseumawe)



