
TERJEBAK DALAM API
Di hutan yang lebat hiduplah seekor beruang besar bernama Choco. Ia mempunyai teman seekor kelinci bernama Bubble. Mereka sangat akrab dan hampir setiap hari mereka bermain bersama.
Pada suatu hari mereka mendapat kabar bahwa hutan sebelah terbakar dan apinya semakin membesar. Bisa jadi api akan menyebar ke tempat mereka tinggal!! Mereka sangat panik dan terlihat kebingungan. Mereka belum memutuskan apa yang harus mereka perbuat tetapi api sudah menyebar mendekati rumah mereka.
“Apa yang harus kita lakukan Bubble?” tanya Choco
“Ayo kita lari saja! Jika terlambat kita akan terbakar.” jawab Bubble
“Tapi persediaan maduku sangat banyak. Aku tidak mungkin meninggalkannya.” kata Choco
“Ayo kita ambil secukupnya saja sebelum apinya membesar!” ajak Bubble
Choco pun menyetujuinya. Mereka pun mengambil madu di rumah Choco. Baru beberapa toples madu yang di selamatkan, api semakin besar dan mulai membakar rumah Choco.
“Sudah cukup Choco! Ayo kita pergi sekarang! Api sudah mulai membakar rumahmu!” teriak Bubble
“Tunggu sebentar masih ada beberapa maduku.” jawab Choco dengan sambil masuk ke rumahnya kembali.
“Coba lihat api sudah membakar dinding rumahmu!!” teriak Bubble dengan panik
Choco tidak mendengar Bubble. Dia terus berusaha mengambil sisa toples madunya. Tak lama api membakar rumah Choco dan ia pun terjebak dalam api yang besar. Choco pun teriak minta tolong. Dia tidak bisa keluar dari rumahnya. Madu yang ada ditangannya pun terlepas dan toplesnya pecah. Choco sudah tidak memedulikan hal tersebut.
Di luar Bubble berlarian dengan panik. Sahabatnya terjebak dalam api. Bubble tidak bisa masuk ke dalam rumah karena api yang terlalu besar.
“Tolooooooong! Tolong aku Bubble. Aku terjebak dalam api…” teriak Choco
“Tunggu sebentar aku akan mencari pertolongan untukmu.” Bubble pun lari sekencang-kencangnya mencari pertolongan. Di tengah perjalanan Bubble bertemu segerombolan gajah dan meminta bantuan kepada mereka. Gajah-gajah itu mengambil air sebanyak-banyaknya dari sungai lalu membantu menyelamatkan Choco. Dengan belalai mereka menyemprotkan air ke rumah Choco yang terbakar. Akhirnya api pun padam dan Choco pun tidak menjadi sate beruang. Tak lupa Choco berterima kasih kepada Bubble dan segerombolan gajah itu. Choco berjanji tidak akan berbuat ceroboh lagi.
Penulis: Latisha Azalia, siswa SD kelas VI Swedia
Tag:ruang budaya



