
UAS di SMA pada Situasi Pasca Banjir
Ujian Akhir Semester (UAS) di SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe dilaksanakan pada Senin, 9 Desember 2025 dengan pendekatan yang berbeda dari biasanya. Pelaksanaan UAS kali ini berlangsung dalam suasana pasca musibah banjir yang baru saja melanda wilayah sekitar dan meninggalkan jejak mendalam bagi banyak siswa. Sejumlah siswa mengalami rumah terendam air, aktivitas sehari-hari terhenti, serta keterbatasan fasilitas yang memengaruhi keseharian mereka.

Beragam pengalaman tersebut menjadi latar penting dalam pelaksanaan ujian. Setiap cerita siswa memuat rasa kehilangan, kecemasan, dan ketidakpastian, namun sekaligus membuka ruang untuk memahami kehidupan secara lebih mendalam. Sekolah memandang kondisi ini sebagai bagian dari realitas yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan, sehingga pelaksanaan UAS dirancang agar tetap berpihak pada kondisi emosional dan pengalaman nyata peserta didik.
Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Sarlivanti, menuturkan bahwa ujian kali ini disusun dengan konsep yang terintegrasi, di mana pengalaman banjir dijadikan konteks pembelajaran dalam seluruh mata pelajaran. Peristiwa nyata tersebut diangkat sebagai sumber belajar yang bermakna, sehingga siswa tidak hanya mengerjakan soal secara akademik, tetapi juga merefleksikan pengalaman pribadi serta mengaitkannya dengan materi pelajaran yang diujikan.Melalui proses ini, sekolah melihat bagaimana peristiwa sulit dapat diolah menjadi pembelajaran yang bernilai. UAS tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter yang menumbuhkan empati, kepedulian, serta kesadaran terhadap lingkungan dan sesama. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ketangguhan siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan ke depan. (Ali)



