
Dari Bertahan Hingga Berkembang: Pelajaran Berharga Menghadapi Tantangan Hidup
Kegiatan Sharing Session yang dilaksanakan pada 23 Januari 2026 menjadi wadah pembelajaran dan refleksi bagi siswa khususnya kami kelas X SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe dalam menghadapi tantangan kehidupan. Mengangkat tema “Bertahan, Berdaya, dan Berkembang di Dunia Nyata”, kegiatan ini menghadirkan Kak Tuhfatul Athal atau biasa disapa dengan nama Kak Hana, yang merupakan mahasiswa pascasarjana sekaligus dinobat-kan sebagai Duta Baca kota Lhokseumawe dan seorang konten kreator yang membagikan pandangan serta nilai-nilai kehidupan secara sistematis dan aplikatif.
Kak Hana menjelaskan bahwa realitas kehidupan saat ini diwarnai oleh persaingan yang semakin ketat dan tekanan sosial yang beragam. Oleh karena itu, ke-mampuan untuk bertahan menjadi pondasi utama yang perlu dimiliki setiap individu. Bertahan dimaknai sebagai kemampuan menerima keadaan, mengenali kondisi diri, serta tetap melangkah meskipun berada dalam situasi yang tidak selalu ideal. Kami diajak untuk lebih memusatkan perhatian pada pengembangan diri sendiri, bukan terjebak dalam perbandingan dengan orang lain. Beliau menegaskan bahwa perasaan lelah, ragu, dan merasa tertinggal merupakan hal yang wajar dalam proses kehidupan. Dalam menghadapi hal tersebut, individu perlu belajar mendengarkan kata hati serta memiliki keyakinan terhadap pilihan yang diambil. Bahkan ketika dihadapkan pada tuntutan atau arahan dari orang tua, kami didorong untuk meresponsnya secara bijaksana dengan membuktikan diri melalui usaha dan tanggung jawab, bukan sekadar penolakan.
Tahap berikutnya adalah menjadi berdaya. Berdaya dimulai dari sikap fokus, yaitu memiliki tujuan yang jelas dan mampu mengesampingkan hal-hal yang tidak mendukung tujuan tersebut. Keberanian juga menjadi unsur penting dalam proses berdaya. Keberanian dipandang sebagai modal dasar untuk maju, berani mencoba, serta berani menghadapi kegagalan sebagai bagian dari pembelajaran. Namun demikian, keberanian perlu disertai dengan konsistensi. Kak Hana men-ekankan bahwa konsistensi memiliki peran yang lebih besar dibandingkan semangat sesaat. Individu yang konsisten dalam berusaha akan mampu melampaui mereka yang hanya bersemangat di awal, tetapi tidak berkelanjutan. Konsistensi mencerminkan komitmen dan kedisiplinan dalam menjalani proses menuju tujuan yang diinginkan.
Tahapan terakhir yang dibahas adalah berkembang. Hidup didefinisikan sebagai proses di mana manusia mampu tumbuh, bergerak, merespons rangsangan, serta beradaptasi dengan lingkungan. Berkembang tidak semata-mata diukur dari pencapaian besar atau pengakuan eksternal, melainkan dari perubahan positif yang terjadi dalam diri. Ukuran berkembang tidak dapat dilihat dari prestasi yang seseorang dapatkan akan tetapi dapat dilihat dari hal-hal sederhana, seperti adanya pembelajaran baru setiap hari dan upaya untuk menjadi lebih baik dibandingkan hari sebelumnya. Kak Hana menyarankan beberapa langkah untuk berkembang, antara lain membiasakan diri membaca buku sebagai cara efektif untuk menambah wawasan, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak produktif karena kebiasaan akan membentuk karakter, serta mempelajari hal-hal baru sebagai bagian dari proses menemukan jati diri. Selain itu, berbagi manfaat kepada orang lain juga dinilai penting, karena semakin besar manfaat yang diberikan, semakin besar pula rasa bahagia yang dirasakan.
Melalui kegiatan Sharing Session ini, siswa diharapkan mampu memahami bahwa kehidupan merupakan proses berkelanjutan. Kemampuan bertahan membangun ke-tangguhan, berdaya menumbuhkan keberanian dan konsistensi, serta berkembang membentuk pribadi yang adaptif dan bertanggung jawab dalam menghadapi dunia nyata.
Penulis: Dzikra Humaira, siswa kelas X Orinoco SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe



