
Gerak yang Bermakna, Budaya yang Terjaga: Eksplorasi Tari Likok Pulo
Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) kelas V kali ini Selasa (28/04/26), SD Sukma Bangsa Lhokseumawe menghadirkan suasana yang berbeda melalui kegiatan Guest Teacher yang berfokus pada pembelajaran tari tradisional Aceh, yaitu Tari Likok Pulo. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna, sehingga peserta didik tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu merasakan langsung proses berkesenian melalui praktik.
Dalam kegiatan ini, peserta didik berkesempatan belajar bersama narasumber yang bernama Cut Nisa Ulkamila, S.Pd yang akrab disapa Kak Icut, seorang pelatih Sanggar yang berpengalaman. Dengan pendekatan yang komunikatif dan penuh energi, narasumber memperkenalkan Tari Likok Pulo sebagai salah satu warisan budaya Aceh yang berkembang di wilayah pesisir, khususnya di daerah Aceh Besar. Tari ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat sebagai bentuk ekspresi budaya yang mengandung nilai kebersamaan, kekompakan, serta semangat religius.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa Tari Likok Pulo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki peran penting sebagai media dakwah. Syair-syair yang mengiringi tarian ini berisi pesan moral, ajakan untuk berbuat kebaikan, serta nilai-nilai kehidupan yang disampaikan secara santun dan menyentuh. Perpaduan antara gerak, irama, dan syair menjadikan tari ini sarat makna, sehingga peserta didik dapat memahami bahwa seni tidak hanya indah untuk dilihat, tetapi juga memiliki pesan yang mendalam.
Memasuki sesi praktik, suasana kelas menjadi semakin hidup dan dinamis. Peserta didik diajarkan gerakan dasar Tari Likok Pulo yang menekankan pada kekompakan, ketepatan ritme, serta koordinasi antarpenari. Gerakan dilakukan secara berkelompok dengan posisi duduk berbanjar, disertai tepukan tangan dan gerakan tubuh yang selaras mengikuti irama. Antusiasme siswa terlihat jelas ketika mereka mencoba mengikuti setiap arahan, bahkan saling membantu untuk menjaga kekompakan gerakan. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan gerak, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kerja sama, dan disiplin peserta didik. Melalui pengalaman belajar secara langsung bersama praktisi, peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Sebagai penutup, disampaikan harapan agar peserta didik kelas V mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap seni tari tradisional. Bahkan, di masa yang akan datang, diharapkan mereka dapat memperkenalkan Tari Likok Pulo sebagai bagian dari identitas budaya Aceh kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan, serta diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan berharga bagi seluruh peserta.
Penulis: Sauzan Tahira, S.Pd Guru SBdP SD Sukma Bangsa Lhokseumawe



