
Lebih Dekat dengan Pahit-Manisnya Cokelat di Socolatte
School visit merupakan kegiatan wajib di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, begitupun dengan siswa kelas VII. Kali ini, mereka berkesempatan mengenal kakao lebih dekat di Socolatte. Socolatte sendiri merupakan pabrik cokelat lokal Aceh yang berlokasi di Jalan Banda AcehMedan, Desa Baroh Musa, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. School visit yang dimaksud dilakukan pada Rabu, 29 April 2026 dengan peserta sebanyak 86 siswa atau hampir seluruhnya dari jumlah siswa kelas VII. Peserta school visit juga didampingi oleh wali kelas dan guru pendamping. Hal ini diupayakan agar school visit ke Socolatte berjalan dengan aman dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Perjalanan ke Socolatte memakan waktu kurang lebih tiga jam. Setibanya di sana, siswa diarahkan untuk berkumpul. Dalam hal ini, akan ada materi singkat dari pihak Socolatte tentang cara pembuatan cokelat. Berdasarkan paparan tersebut, siswa memperoleh informasi bahwa Socolatte dibangun oleh Irwan Ibrahim pada tahun 2010. Perjalanan dalam mengembangkannya juga tidak mudah. Pabrik Socolatte perlahan berbenah diri hingga dikenal oleh masyarakat luas seperti sekarang. Tidak hanya itu, diketahui pula bahwa bahan baku kakao yang ada di Socolatte berasal dari petani kakao sekitar Pidie Jaya di bawah binaan Socolatte. Ini menunjukkan bahwa pabrik cokelat Pidie ini tidak hanya menawarkan manisnya cokelat namun juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.


Selesai mendengar paparan materi dan mengisi lembar tugas, siswa secara berkelompok diarahkan untuk mengunjungi pabrik Socolatte. Didampingi wali kelas, siswa diajak berkeliling dan melihat lebih dekat mesinmesin yang digunakan untuk memproses cokelat. Dalam hal ini, siswa mendapat informasi bahwa proses pembuatan cokelat harus melalui empat tahapan, yaitu biji, roasting, desheller, dan pemasta. Sederhananya, kakao dikeringkan, kemudian dipisahkan dengan kulitnya, digiling menjadi pasta cokelat, hingga diberi perasa gula dan susu. Setelah melewati keempat tahap itu, barulah cokelat bisa dicetak, dikemas, dan dipasarkan untuk masyarakat luas. Menariknya, selama kunjungan ke pabrik, siswa tidak hanya mendengar, melainkan melihat langsung bagaimana mesin pembuat cokelat itu bekerja. Di sinilah letak tujuan utama dari School visit, saat siswa merasakan langsung pengalaman dari membuat cokelat.
Perjalanan school visit pun hampir berakhir, hanya tersisa beberapa agenda penutup. Misalnya, foto bersama peserta school visit dan kesempatan berburu oleholeh yaitu produk Socolatte. Mengenai produk Socolatte sendiri, itu dipasarkan langsung di sebelah pabrik Socolatte. Hal ini menunjukkan bahwa proses yang dilihat di pabrik akan menghasilkan produk di etalase toko. Hampir seluruh siswa peserta school visit berkunjung ke toko Socolatte. Beragam sekali produk yang dipasarkan di sana, mulai dari cokelat batang, dark cokelat, cokelat bubuk, hingga produkproduk lainnya yang mengandung cokelat. Semuanya akan menjadi incaran bagi siapa saja yang berkunjung ke Socolatte, termasuk peserta school visit Rabu itu.


Rombongan school visit meninggalkan Socolatte berkisar pada pukul 14.30 WIB. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi perjalanan panjang selama pulang, terlebih lagi dengan kondisi jembatan Kuta Blang yang akan dilewati. Perjalanan pulang memakan waktu yang agak lama, kurang lebih enam jam dengan medan yang dilewati. Siswa kembali ke rumah dengan selamat dan membawa banyak kenangan sekaligus pengalaman indah dari Socolatte. Pada dasarnya, pahitmanisnya cokelat juga sama dengan perjalanan school visit kelas VII. Walau dengan kesulitan selama perjalanan, mereka juga punya hal indah nan manis untuk dibawa pulang.
Penulis: Rayhanun Jannah, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia SMP Swata Sukma Bangsa



