
Mengintip Dunia Industri Bersama Pupuk Iskandar Muda
Sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran di luar kelas, saya bersama siswa/i SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe melaksanakan kegiatan school visit ke PT Pupuk Iskandar Muda pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa/i tentang dunia industri, khususnya proses produksi pupuk serta peran industri dalam mendukung sektor pertanian di Indonesia.
Setibanya di PIM, rombongan sekolah disambut dengan hangat oleh pihak perusahaan. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang menumbuhkan rasa bangga dan persatuan. Setelah itu, siswa/i mendapatkan penjelasan dari pemateri dengan penyampaian yang sederhana dan mudah dipahami. Beliau menjelaskan tentang sejarah PIM yang dibangun pada tahun 1982, proses produksi amoniak, pupuk urea dan NPK, produksi H2O2, teknologi yang digunakan, hingga jurusan-jurusan yang dapat bekerja di PT Pupuk Iskandar Muda, seperti Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan berbagai jurusan lainnya.

Saat penjelasan berlangsung, banyak hal baru yang kami ketahui dan membuat kami kagum. Mulai dari gas alam yang masih kotor dan harus melewati banyak tahapan produksi dengan suhu serta tekanan tinggi melalui proses reforming. Selain itu, ada juga water intake yang diambil dari Sungai Peusangan untuk disterilkan terlebih dahulu sebelum dikelola oleh PIM agar menghasilkan air yang lebih jernih. Kami juga mengetahui bahwa H2O2 digunakan untuk bahan pembuatan kertas, kosmetik, dan pembersihan air limbah. Saat ini, PIM sudah memiliki dua pabrik urea, yaitu PIM 1 dan PIM 2. Clean ammonia yang mereka hasilkan menggunakan bahan baku yang lebih ramah lingkungan, dan limbah pabrik juga dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Selain itu, PIM juga melayani sekitar 20% kebutuhan sektor pertanian nasional dan berada di bawah naungan Pupuk Indonesia.

Selain penyampaian materi, kami juga berkesempatan mengunjungi area pabrik menggunakan bus milik PT Pupuk Iskandar Muda dengan didampingi oleh tim mereka. Selama perjalanan mengelilingi area pabrik, kami sangat ka-gum melihat berbagai mesin besar yang digunakan dalam proses pembuatan pupuk. Para pekerja di area pabrik menggunakan sepeda karena di area tersebut tidak diperbolehkan menggunakan sepeda motor. Kami juga melihat bahwa seragam yang dipakai para pekerja memiliki warna dan arti yang berbeda-beda. Di tengah perjalanan, mun-cul pertanyaan, “Kenapa logo PIM itu gajah?” Ternyata, logo gajah dipilih karena pada masa Sultan Iskandar Muda, gajah merupakan kendaraan yang digunakan beliau.

Kunjungan ini memberikan pengalaman dan inspirasi yang sangat berkesan bagi para siswa/i. Kami dapat mema-hami secara langsung proses produksi pupuk, mengenal lebih dekat dunia kerja di industri, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa di masa depan.
Penulis:Rasqia Humaira, siswi XI Kovasselva



