
Memilih Menyerah untuk Gagal atau Berusaha untuk Maju
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti sosialisasi tentang pengalaman seorang siswa berprestasi sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Muhammad Zayyan Nurkhairi yang berhasil meraih dua prestasi sekaligus dalam waktu yang hampir bersamaan. Adapun prestasi yang berhasil diraih adalah terpilih sebagai peserta jambore dunia Polandia 2027 dan terpilih sebagai finalis Asia Kakehashi 2026 ke Jepang. Jambore internasional adalah kegiatan pramuka sedunia yang diadakan 4 tahun sekali di negara yang telah ditentukan. Zayyan juga berhasil lolos sebagai perwakilan student exchange dalam program Asia Kakehashi Project yaitu program beasiswa pertukaran pelajar penuh dari kementerian pendidikan, kebudayaan, olahraga, ilmu pengetahuan, dan teknologi (MEXT) Jepang yang ditujukan untuk siswa SMA atau sederajat.

Sosialisasi tersebut benarbenar membuka hati dan pikiran saya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau mencoba. Keluar negeri adalah impian setiap orang, termasuk saya, melihat Zayyan berhasil meraih prestasi ke luar negeri membuat saya sadar bahwa citacita atau impian walaupun terasa sulit bahkan tidak mungkin pastilah ada peluang untuk mencapainya jika ada aksi dan keyakinan. Gagal bukanlah garis finish melainkan awal dari keberhasilan yang besar. Tidak ada orang yang berhasil tanpa melalui kegagalan. Ada banyak informasi yang saya dapat dari sosialisasi mulai dari syarat pendaftaran, wawancara, pemberkasan hingga proses seleksi. Sosialisasi tersebut membuat saya termotivasi untuk terus maju tanpa takut gagal, Zayyan juga menyampaikan sebuah kalimat yang berbunyi ‘maka orang yang tidak pernah bekerja dan mencoba selamanya tidak akan pernah berhasil’ kalimat tersebut menginspirasi dirinya untuk selalu mencoba dan berusaha.
Beberapa hal yang dapat ia persiapkan untuk bisa lulus jambore dunia diantaranya adalah mempersiapkan fisik dengan baik, karena pramuka membutuhkan fisik yang kuat dan sehat, mempersiapkan public speaking untuk kebutuhan seleksi. Proses seleksi yang dilewati Zayyan dimulai dari tes tulis, tes wawancara dan tes fisik, hingga akhirnya Zayyan berhasil melewati seluruh proses seleksi. Sedangkan syarat pendaftaran untuk bisa lolos pada program pertukaran pelajar ke Jepang adalah mempunyai jiwa kepemimpinan, aktif berorganisasi baik di sekolah maupun di luar sekolah dan pernah atau sedang mempelajari Bahasa Jepang. Sejak saya mendengar Zayyan berbagi pengalamannya dalam mengikuti beberapa kegiatan, pandangan saya terbuka untuk ingin terus mencoba dan berusaha tanpa takut gagal. Masa depan yang cerah sedang menunggu kita. Dari cerita Zayyan saya belajar bahwa sebuah keberhasilan tidak datang dengan mudah, tetapi membutuhkan kerja keras, keberanian untuk mencoba, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci untuk meraih impian.


Penulis: Nadhifa Syatira siswi SMAS Sukma Bangsa kelas X Loire



