
Satu Peran, Seribu Kenangan
HUT Sukma yang ke-20 jadi salah satu momen yang paling berkesan buat saya tahun ini. Selama lebih dari satu bulan, aku dan teman-teman menjalani Latihan cosplay keislaman hampir setiap hari. Aku mendapat peran sebagai Sultanah Nahrasiyah. Awalnya aku merasa gugup dan takut tidak bisa membawakan peran dengan baik, tetapi semakin sering berlatih, rasa takut itu perlahan berubah menjadi semangat dan kebahagiaan.

Latihan kami dibimbing oleh Bu Sauzan Tahira dan Bang Zacky, Alumni Sukma yang sangat sabar mengajari kami. Walaupun latihan sering membuat lelah, suasananya selalu menyenangkan. Kami sering bercanda, tertawa karena dialog atau salah gerakan, dan momen-momen lucu itu membuat latihan terasa jauh lebih ringan dan seru.
Setelah latihan selama lebih dari satu bulan, tibalah hari kedatangan Bapak Surya Paloh. Hari itu kami menunggu dengan perasaan yang campur aduk, takut karena khawatir melakukan kesalahan, senang karena akhirnya bisa menampilkan hasil latihan kami, dan sedih karena sadar bahwa kebersamaan selama latihan akan segera berakhir. Suasana tegang terasa sekali, tetapi kami tetap saling menyemangati agar bisa tampil percaya diri.


Sekarang setelah acara selesai, yang paling aku rindukan bukan hanya penampilanya, tetapi proses selama Latihan itu sendiri. Aku rindu suasana Latihan, rindu bercanda bersama teman-teman, dan rindu mendengarkan arahan dari Bu Sauzan serta Bang Zacky. HUT Sukma ke-20 memberiku pengalaman yang sangat berharga, bukan hanya tentang tampil di depan banyak orang, tetapi juga tentang kerja sama,keberanian, dan kebersamaan.
Ditulis oleh:Potjut Aqeela Talitha



