
Semangat Ramadan di Balik Gladi TKA: Antusiasme Siswa Kelas VI SD Sukma Bangsa
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan salah satu bentuk evaluasi pendidikan yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada jenjang pendidikan tertentu. TKA dirancang untuk melihat sejauh mana penguasaan siswa terhadap kompetensi dasar yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di sekolah. Pemerintah menetapkan TKA sebagai instrumen penilaian yang berfokus pada penguatan kemampuan literasi dan numerasi, sehingga sekolah diharapkan dapat mempersiapkan peserta didik secara optimal agar mampu menunjukkan kemampuan akademiknya secara maksimal.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan tersebut, SD Sukma Bangsa Lhokseumawe melaksanakan kegiatan gladi TKA bagi seluruh siswa kelas VI selama dua hari, yaitu pada Rabu dan Kamis, 11–12 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai mekanisme pelaksanaan ujian, mulai dari tata tertib, alur pengerjaan soal, hingga pengelolaan waktu selama ujian berlangsung. Sebelumnya, seluruh siswa juga telah mengikuti bimbingan belajar bersama guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia untuk memperkuat pemahaman konsep serta membiasakan diri mengerjakan berbagai tipe soal yang berpotensi muncul dalam TKA.

Pelaksanaan gladi TKA terbagi menjadi tiga sesi ujian. Sesi pertama diikuti oleh perwakilan kelas VI Swedia pada pukul 07.00–08.45 WIB, sehingga peserta didik harus sudah berada di sekolah paling lambat pukul 06.45 WIB. Hal ini patut diapresiasi karena kegiatan berlangsung di bulan Ramadan, namun para siswa tetap bersemangat datang lebih awal untuk mengikuti gladi ujian. Sesi kedua diikuti perwakilan kelas VI Spanyol pada pukul 09.15–11.00 WIB, dan sesi ketiga diikuti perwakilan kelas VI Swiss pada pukul 11.30–13.15 WIB.

Kelancaran pelaksanaan gladi TKA ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kepala sekolah memberikan arahan dan dukungan penuh sebagai pembina kegiatan, sementara wakil kepala sekolah bidang kurikulum menyiapkan berbagai kebutuhan logistik ujian. Operator sekolah berperan sebagai teknisi yang memastikan sistem TKA berbasis daring berjalan dengan baik, serta para pengawas ruangan dengan sabar membantu siswa selama proses ujian berlangsung. Peran wali kelas juga sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara sekolah dan orang tua sehingga seluruh informasi tersampaikan dengan baik.

Dukungan orang tua yang sigap mengantar anak-anak mereka tepat waktu ke sekolah juga berperan penting dalam kesuksesan kegiatan ini, terlebih lagi semangat para siswa kelas VI yang tetap hadir dengan raut ceria dan penuh antusiasme dalam mengikuti gladi TKA. Semoga gladi TKA ini dapat memberikan gambaran awal dan kesuksesan pada pelaksanaan TKA yang akan berlangsung pada bulan April.
Penulis: Ernita, S. Si., guru Kelas SD Sukma Bangsa Lhokseumawe



