
Telling Stories: Cara Kreatif Mengekspresikan Cerita Bahasa Inggris
Pembelajaran Bahasa Inggris di kelas 6 SD Sukma Bangsa Lhokseumawe pada 19 Januari 2026 berlangsung lebih hidup dengan kehadiran Guest Teacher, Icha Rauzatul Jannah, M. Pd. Suasana kelas terasa berbeda sejak awal, ketika siswa diajak untuk tidak sekadar membaca teks, tetapi menyuarakan cerita dengan penuh penghayatan. Bu Icha, yang dikenal sebagai penyedia jasa pengisi suara dalam bahasa Inggris, Aceh, dan Indonesia, berhasil menarik perhatian siswa melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Dengan mengusung tema Telling Stories, siswa belajar bagaimana sebuah cerita dapat “dihidupkan” melalui intonasi dan karakter suara. Bu Icha mempraktikkan secara langsung cara membacakan dialog sesuai karakter, seperti tupai yang lincah dan kelinci yang lembut. “Coba dengarkan, bagaimana suara tupai yang percaya diri,” ujar Bu Icha sambil memperagakan dialog. Siswa pun tampak antusias menirukan. Tidak lupa, kosa kata dalam cerita dibahas terlebih dahulu agar siswa memahami makna sebelum menyuarakan-nya. “Kalau kita paham artinya, suaranya akan keluar dengan lebih alami,” jelas Bu Icha kepada siswa.

Manfaat kehadiran Guest Teacher terlihat jelas dari kepercayaan diri siswa yang mulai tumbuh. Beberapa siswa dengan berani mengajukan diri untuk tampil dan berdialog di depan kelas. “Bu, saya mau coba jadi Riko,” ujar salah satu siswa dengan penuh semangat. Siswa-siswa tersebut mampu membacakan dialog dengan suara lantang dan intonasi yang sesuai. Meski masih ada siswa yang tampak malu-malu saat ditunjuk, potensi mereka terlihat ketika berlatih bersama teman. Melalui kegiatan ini, siswa belajar keberanian berbicara di depan umum, pengucapan bahasa Inggris yang lebih baik, serta kemampuan mengekspresikan emosi melalui suara.
Mengundang Guest Teacher yang memiliki keterampilan khusus menjadi sangat penting karena siswa mendapat-kan pengalaman belajar langsung dari praktisi. Bu Icha tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membagikan pengalaman nyata di dunia pengisi suara. “Tidak apa-apa kalau belum sempurna, yang penting berani men-coba,” ucapnya untuk memotivasi siswa. Pendekatan ini membuat siswa merasa lebih dekat dengan materi dan lebih termotivasi untuk belajar. Kehadiran Guest Teacher juga memperkaya wawasan siswa tentang berbagai profesi yang dapat ditekuni melalui penguasaan bahasa. Cerita yang dibacakan, Riko si Tupai dan Lala si Kelinci, juga mengajarkan nilai moral yang penting. Siswa diajak menyimpulkan pesan di akhir cerita, yaitu pentingnya menepati janji dan bertanggung jawab. “Kalau sudah berjanji, apa yang harus kita lakukan?” tanya Bu Icha, yang langsung dijawab siswa, “Menepatinya, Bu.” Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya meningkat kemampuan berbahasa Inggrisnya, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan kembali dilaksanakan agar siswa semakin mendalami teknik telling stories secara ekspresif dan percaya diri.
Penulis: Nanda Safitri, S. Pd., guru kelas SDS Sukma Bangsa Lhokseumawe



