
Guest Teacher: Mengenal Bentuk Bangun Datar
Kegiatan Guest Teacher dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 22-23 Januari 2026, bertempat di ruang kelas I SD Sukma Bangsa Lhokseumawe. Kegiatan ini dilaksanakan pada mata pelajaran Matematika dengan menghadirkan seorang pengrajin kayu sekaligus pemilik usaha Jambo Kreatif, yaitu Ismawardi, S. Sn. Kegiatan diikuti oleh seluruh siswa kelas I SD Sukma Bangsa Lhokseumawe. Tujuan utama menghadirkan guest teacher yang merupakan pengrajin kayu adalah agar siswa memperoleh pengalaman belajar langsung dari ahlinya. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampil-an siswa dalam membuat kreasi gabungan bangun datar melalui proses pembelajaran yang menyenangkan.

Kegiatan Guest Teacher berlangsung dengan penuh semangat. Ananda menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menjawab pertanyaan, memberikan tanggapan, serta berani tampil ke depan kelas untuk menjelaskan kembali materi yang telah didengar dan dipahami. Pada awal kegiatan, Guest Teacher terlebih dahulu mem-perkenalkan diri, kemudian seluruh peserta didik saling memberi salam dan bertegur sapa. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang diikuti oleh seluruh siswa agar anak-anak lebih siap dan fokus dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Pak Adi selaku guest teacher menyapa anak-anak dengan ramah dan mengaitkan pembelajaran dengan lingkungan sekitar. Beliau menjelaskan bahwa pada kegiatan ini siswa akan diajak mengenal berbagai bentuk bangun datar serta membuat kreasi bangun datar dari bahan triplek. Pak Adi juga menjelaskan bahwa triplek merupakan hasil olahan dari sisa kayu yang dimanfaatkan kembali sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan. Selain itu, beliau berpesan bahwa penebangan kayu secara berlebihan dan sembarangan dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Setelah penjelasan singkat mengenai olahan kayu, Pak Adi memperkenalkan beberapa contoh bentuk bangun datar yang akan digunakan dalam pembuatan kreasi, yaitu persegi panjang, lingkaran, segitiga, dan persegi. Anak-anak juga diperlihatkan alat dan bahan yang telah disiapkan, seperti lem, cutter, triplek, dan lakban. Semua alat dan bahan diletakkan di meja bagian depan kelas agar dapat dilihat dengan jelas oleh seluruh siswa. Sambil merakit berbagai bentuk bangun datar menjadi sebuah miniatur tempat ibadah, Saya selaku guru bidang studi sesekali mengajukan pertanyaan kepada Pak Adi, misalnya mengenai bentuk bangun datar pada bagian dinding miniatur. Hal ini bertujuan untuk mendorong siswa agar lebih aktif bertanya dan berpikir. Siswa tampak sangat antusias melihat hasil kreasi miniatur yang dihasilkan. Pak Adi kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk memegang dan mengamati langsung hasil karya tersebut, sekaligus menghitung jumlah dan jenis bangun datar yang digunakan.
Selanjutnya, Saya bersama Pak Adi membagikan lembar kerja siswa berupa potongan bangun datar yang telah digunting dan dimasukkan ke dalam amplop kecil. Siswa diminta untuk membuka amplop tersebut dan menempelkan potongan bangun datar sesuai dengan petunjuk pada lembar kerja yang telah disiapkan. Pada akhir kegiatan, Pak Adi memberikan umpan balik terhadap hasil kerja yang telah dikerjakan oleh siswa.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama. Saya dan seluruh Ananda melakukan gerakan tepuk terima kasih serta mengucapkan terimica kasih kepada Pak Adi secara bersama-sama. Setelah itu, seluruh peserta didik secara bergantian menghampiri Pak Adi untuk bersalaman.
Penulis: Venni Siska, S. Pd., Gr, guru kelas SDS Sukma Bangsa



