
Belajar Sambil Bermain di Dayah Living Kids Play Aceh Utara
Pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, dan belajar sambil bermain dapat menjadi pengalaman yang menarik. Metode ini juga bertujuan untuk menghindari kejenuhan dalam proses belajar. Kali ini, siswa kelas satu mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan edukatif ke Dayah Living Kids Play, Aceh Utara, pada Rabu, 19 Februari 2025. Perjalanan dimulai pukul 09.00 WIB dengan menggunakan tiga bus yang membawa 80 siswa, didampingi oleh delapan guru. Sepanjang perjalanan, para siswa tampak antusias, berbincang riang, dan menikmati pemandangan di balik kaca jendela. Perjalanan berlangsung lancar hingga akhirnya rombongan tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB, di mana mereka disambut dengan ramah oleh para staf yang memberikan pelayanan terbaik.

Sebelum memasuki arena bermain, para guru memberikan instruksi kepada siswa untuk berbaris dan mengikuti sesi senam pemanasan. Semua siswa memperhatikan arahan dengan baik, meskipun ada satu siswa yang tak sabar ingin segera bermain. Dengan pendampingan guru, suasana kembali terkendali. Setelah senam selesai, siswa diperbolehkan memasuki arena bermain. Para guru membagikan lembar kerja dan menjelaskan tugas yang harus dikerjakan. Siswa mulai mengamati berbagai benda di arena bermain, mengenali bentuk dan warna, melatih keterampilan psikomotorik, serta belajar tentang tata tertib dan sopan santun saat bermain bersama teman.
Kegiatan bermain berlangsung dengan penuh semangat. Siswa menjelajahi berbagai permainan seperti jembatan rintangan, perosotan, panjat tebing, mandi bola, hingga permainan mobil-mobilan. Bahkan, beberapa guru turut serta mencoba permainan yang bisa diakses oleh orang dewasa, sekaligus meregangkan otot setelah mendampingi siswa. Saat bersama anak-anak, guru pun ikut terbawa dalam dunia mereka, menciptakan suasana yang lebih menyenangkan. Keceriaan terpancar dari wajah setiap siswa yang menikmati pengalaman bermain di arena yang luas dan nyaman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari integrasi berbagai mata pelajaran. Dalam pelajaran Matematika, siswa belajar mengenali bentuk bangun datar, sementara dalam PJOK mereka melatih keterampilan psikomotorik. Pada pelajaran Bahasa Indonesia, mereka diminta menceritakan kembali pengalaman setelah bermain, sedangkan dalam PAI, siswa belajar tentang tata tertib dan sopan santun. Selain itu, dalam SBDP mereka mengenali bentuk dan warna di sekitar. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, minat, serta motivasi belajar siswa.

Tanpa terasa, waktu bermain selama dua jam pun berlalu. Ketika rasa haus dan lapar mulai terasa, rombongan menuju ruang istirahat yang telah disediakan. Ruangan yang luas memungkinkan semua siswa dan guru untuk makan bersama. Para orang tua juga telah membekali anak-anak dengan makanan yang mereka bagikan kepada teman-temannya. Sebelum meninggalkan lokasi, para staf Kids Play turut mendokumentasikan kegiatan tersebut sebagai kenang-kenangan. Saat mendekati waktu kepulangan, beberapa orang tua hadir untuk mendukung dan menyemangati anak-anak mereka. Tepat pukul 12.50 WIB, rombongan tiba kembali di sekolah, dan seluruh siswa dijemput di halte sekolah. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahunnya sebagai bagian dari program school visit yang seru dan bermanfaat bagi siswa.
Penulis: Siti Rahmi, STÂ (Guru Kelas SD Sukma Bangsa Lhokseumawe)



