
Belajar dan Bertadabbur Kisah Hijrah Nabi Muhammad ﷺ
Perjalanan hidup manusia di muka bumi terus mengalami pergerakan, salah satunya dengan bermigrasi atau berpindah tempat demi mencari kehidupan yang lebih baik. Dalam sejarah Islam, peristiwa perpindahan ini dikenal dengan istilah hijrah. Hijrah Nabi Muhammad ﷺ dari Mekah ke Madinah merupakan bentuk ketaatan terhadap perintah Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى untuk menyelamatkan diri dari ancaman kaum Quraisy yang menentang dakwah Islam.

Kisah hijrah Rasulullah ﷺ ini mulai dipelajari oleh siswa kelas IV Hazratbal dan IV Hidayah. Ustaz Maulana Ismail, seorang dosen Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dari IAIN Lhokseumawe, membawakan materi tersebut. Ia tidak hanya menyampaikan kisah secara naratif, tetapi juga memanfaatkan media audio visual yang membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan interaktif. Suasana kelas pun menjadi hidup, dengan siswa aktif berpartisipasi.
Beberapa siswa menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan. Salah satunya, Syabil, bertanya tentang jarak tempuh hijrah Nabi Muhammad ﷺ dan apakah saat itu tersedia alat transportasi lain selain unta. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini dijawab dengan sabar dan jelas oleh ustaz Maulana, yang membuat proses belajar semakin bermakna.

Pembelajaran berlangsung selama dua jam, dan di akhir sesi, ustaz Maulana menyampaikan beberapa hikmah dari peristiwa hijrah Nabi. Di antaranya adalah meluasnya dakwah Islam, pelajaran tentang ketabahan dan kesabaran, serta asal mula penanggalan Islam. Semua ini menjadi pengingat akan pentingnya meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ditulis Oleh: Gunawan, S.Pd.I (Guru Kelas SD Sukma Bangsa Lhokseumawe)



