
Kegiatan Community Service Siswa Konselor Teman Sebaya ke SLB Cinta Mandiri Lhokseumawe
Kegiatan pengabdian masyarakat (community service) merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang bisa ditanamkan sejak dini, khususnya kepada siswa Konselor Teman Sebaya (KTS). Salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada siswa KTS adalah dengan melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) terdekat di sekitar lingkungan sekolah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 April 2025 ini merupakan bagian dari program pembentukan karakter dan penanaman empati terhadap keberagaman. Acara berlangsung di SLB Cinta Mandiri yang terletak di Panggoi, Lhokseumawe. Sebanyak 35 siswa KTS dan 22 siswa SLB Cinta Mandiri turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dalam kesempatan tersebut, para siswa terlibat dalam aktivitas kolaboratif menghias tote bag menggunakan teknik ecoprint.

Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan keberangkatan siswa menuju lokasi. Setibanya di SLB, para siswa KTS disambut dengan hangat oleh guru dan siswa setempat. Acara diawali dengan pembacaan yasiin bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan SLB Cinta Mandiri dan Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Salah satu siswa KTS kemudian membawakan pertunjukan story telling yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Suasana meriah terasa saat beberapa peserta tertawa dan memberikan tepuk tangan hangat sebagai bentuk apresiasi.

Selanjutnya, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas gabungan siswa KTS dan SLB untuk menghias tote bag dengan teknik ecoprint. Aktivitas ini tidak hanya mempererat interaksi sosial antar siswa, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam menumbuhkan empati dan keterampilan seni.

Sebagai penutup kegiatan, para siswa KTS memberikan kenang-kenangan berupa pensil warna kepada seluruh siswa SLB sebagai simbol penghargaan dan kenangan dari momen kebersamaan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, para konselor teman sebaya tidak hanya belajar tentang pentingnya kepedulian terhadap sesama, tetapi juga memahami bahwa setiap individu memiliki potensi yang layak dihargai. Kegiatan ini bukan sekadar membantu, melainkan tumbuh dan belajar bersama dalam semangat keberagaman.
Ditulis Oleh: Retna Aisyah Simahate, S.Ps.I (Konselor SD Sukma Bangsa Lhokseumawe)



