
Mengajar dan Melatih Fokus dengan Bercerita
Pembelajaran inkuiri adalah pendekatan yang mengajak siswa terlibat aktif dalam proses belajar, di mana mereka didorong untuk mencari informasi, melakukan observasi, dan menggali pengetahuan dari berbagai sumber, tidak hanya dari guru. Ketika seorang anak memperoleh informasi langsung dari seorang ahli, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami karena anak menyaksikan langsung proses pembelajaran itu berlangsung. Dengan menciptakan pengalaman belajar yang berpusat pada siswa, guru diharapkan dapat menggali potensi yang dimiliki setiap anak di berbagai bidang. Salah satu bentuk pembelajaran inkuiri adalah menghadirkan guru tamu sebagai narasumber dalam kegiatan belajar di kelas.

Dalam kesempatan ini, saya sengaja mengundang Ibu Febriani Rahma, S.Psi., M.Psi., Psikolog sebagai guru tamu. Sebelumnya saya sempat melakukan sesi konseling dengan beliau dan banyak berdiskusi tentang karakter siswa di kelas. Ibu Febri menunjukkan antusiasme tinggi saat mendengarkan cerita saya, terutama ketika mengetahui bahwa tahun ini terdapat seorang siswa yang fasih berbahasa Inggris namun kesulitan fokus dan cenderung tertutup secara sosial, lebih sering bermain gadget, dan memerlukan terapi perilaku. Beliau pun bersedia hadir sebagai guru tamu dalam pelajaran Matematika.
Sesi dimulai dari kelas 1 Agung Sanaa, dilanjutkan ke 1 Agung Xi’an, dan terakhir di 1 Agung Kufah. Ibu Febri membuka kelas dengan sapaan hangat dan senyuman ramah, memperkenalkan diri, mengondisikan kelas, lalu memimpin doa bersama. Suasana kelas menjadi hidup dan penuh semangat; para siswa sangat antusias mengikuti pelajaran bersama beliau.

Dalam pembelajaran, siswa diajak menghitung jumlah benda, kemudian mempelajari cara mengurutkan benda dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Setelah memahami konsep tersebut, siswa diminta berhitung dari angka 1 sampai 27 dan maju ke depan sesuai angka yang mereka sebut. Selanjutnya, beberapa siswa diminta mengurutkan angka, baik dari yang paling kecil maupun yang terbesar. Kegiatan ini berlangsung menyenangkan dan membuat siswa memahami perbedaan urutan secara konkret.
Harapannya, semangat dan pendekatan positif yang ditunjukkan oleh Ibu Febri bisa menjadi inspirasi bagi kita semua untuk diterapkan dalam proses mengajar ke depan.
Ditulis Oleh: Siti Rahmi, ST (Guru Kelas SD Sukma Bangsa Lhokseumawe)



