
TKA 2026: Perjuangan, Tantangan, dan Semangat Siswa Kelas IX Sukma Bangsa Lhokseumawe
TKA (Tes Kemampuan Akademik) merupakan ujian yang diperuntukkan bagi siswa kelas VI, IX, dan XII. Bagi seluruh siswa kelas IX, TKA menjadi pengalaman yang sangat berkesan sekaligus menantang. Adanya tes ini mendorong siswa untuk kembali mengulang materi pelajaran sejak kelas VII hingga kelas IX secara lebih intensif.

Pada awalnya, banyak siswa merasa bahwa mengulang seluruh materi dari kelas VII bukanlah hal yang mudah. Jumlah materi yang cukup banyak, ditambah dengan padatnya pelajaran kelas IX setiap hari, membuat persiapan TKA terasa cukup berat. Namun, guru-guru Sekolah Sukma Bangsa memberikan dukungan penuh kepada seluruh siswa dalam menghadapi TKA. Dukungan tersebut diwujudkan melalui tambahan waktu belajar, pendampingan intensif, serta fokus pembelajaran yang diarahkan khusus untuk persiapan TKA.

Saat pelaksanaan gladi bersih TKA, banyak kendala teknis yang terjadi, bahkan bersifat nasional. Gangguan sistem terutama terjadi pada sesi 1 dan sesi 2, dan kondisi tersebut masih berlangsung hingga sesi terakhir. Beberapa hari kemudian, siswa kembali dijadwalkan untuk mengikuti gladi ulang dengan jaringan yang lebih lancar di setiap sesi. Soal-soal yang dihadapi saat gladi dapat dikategorikan ke dalam tingkat mudah, sedang, hingga sulit. Namun, berkat usaha, kegigihan, dan niat yang kuat, seluruh siswa berhasil menyelesaikan soal-soal tersebut dengan baik.
Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari bimbingan para guru selama proses pembelajaran. Puncak dari rangkaian tersebut akhirnya tiba, yaitu pelaksanaan TKA Nasional yang berlangsung pada hari Senin dan Selasa, tanggal 6 dan 7 April 2026. Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe mendapat giliran pertama untuk mengikuti tes tersebut. Seluruh siswa me-nunjukkan antusiasme yang tinggi. Ada yang masih memanfaatkan waktu untuk mempelajari kembali materi, ada pula yang sudah hadir di sekolah sejak pukul 06.30 WIB. Bahkan, siswa yang mendapat giliran pada sesi terakhir pun memilih datang lebih awal sejak pagi hari.

Saat TKA berlangsung, sebagian siswa merasa cukup kesulitan dalam menjawab soal, terutama pada mata pelajaran Matematika. Tingkat kesulitan soal dianggap cukup tinggi, ditambah dengan keterbatasan waktu untuk berpikir dan menyelesaikan soal. Namun, untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, mayoritas siswa merasa lebih percaya diri. Bahkan, tidak ada siswa yang mengaku mengalami kesulitan berarti saat menjawab soal Bahasa Indonesia.
Pengalaman mengikuti TKA memberikan banyak pelajaran berharga bagi seluruh siswa, terutama dalam hal manajemen waktu, fokus, dan ketelitian dalam memahami soal agar dapat memberikan jawaban yang optimal. Meskipun ada bagian yang terasa sulit, siswa tetap berusaha mengerjakannya dengan jujur. Sesuai dengan pesan yang selalu disampaikan, kejujuran adalah fondasi utama dalam membentuk karakter.
Kini, TKA telah berakhir. Melalui pengalaman ini, setiap siswa dapat lebih mengenali kekuatan dan kelemahan akademiknya masing-masing. Hasil TKA nantinya akan menjadi modal berharga, baik untuk keperluan seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya maupun sebagai pelengkap nilai rapor. Semoga seluruh peserta didik Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe yang telah mengikuti TKA memperoleh hasil yang memuaskan, sehingga dapat membanggakan orang tua, guru, dan sekolah.
Penulis: Puan Asyifa Mahira, siswi kelas IX Viola Odorata SMP Swasta Sukma Bangsa



