
Kreativitas dan Pelestarian Budaya melalui Class Project Tari Ratoh Jaroe
Kegiatan class project siswa kelas VIII kali ini berlangsung meriah dan bermakna. Melalui proyek pembuatan aksesori kepala Tari Ratoh Jaroe, siswa tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya Aceh. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis proyek yang memberikan pengalaman langsung dalam menciptakan karya seni yang memiliki nilai estetika dan fungsi.
Siswa dibagi ke dalam empat kelompok besar untuk merancang dan membuat aksesori kepala secara kolabora-tif. Sebelum memulai proyek, guru memberikan penjelasan mengenai bentuk, fungsi, serta karakteristik aksesori yang digunakan dalam Tari Ratoh Jaroe. Setelah memahami konsep dasarnya, setiap kelompok berdiskusi un-tuk menentukan desain dan membagi tugas agar proses pengerjaan berjalan efektif.

Bahan utama yang digunakan adalah busa EVA kare-na mudah dibentuk, ringan, dan cukup kuat sebagai kerangka aksesori. Siswa juga memanfaatkan lem tembak, renda emas, dan manik-manik sebagai hiasan yang memperkuat kesan elegan serta mencerminkan ciri khas busana tradisional Aceh. Proses pembuatan diawali dengan menggambar pola, memotong bahan sesuai desain, merangkai kerangka, hingga menghias aksesori dengan berbagai ornamen.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas terlihat aktif dan penuh antusiasme. Setiap siswa terlibat da-lam proses diskusi, perencanaan, dan pembuatan kar-ya. Kreativitas mereka tampak dari beragam variasi desain dan penataan hiasan yang tetap mempertahan-kan karakteristik asli aksesori Tari Ratoh Jaroe.
Seluruh kelompok berhasil menyelesaikan dua akse-sori kepala sesuai target yang ditetapkan. Hasil karya yang dihasilkan tampak rapi, kokoh, dan menarik, me-nunjukkan kemampuan siswa dalam bekerja sama ser-ta menuangkan ide kreatif menjadi sebuah produk ya-ng bernilai.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengasah ke-terampilan berkarya, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, memecahkan masalah, dan bertang-gung jawab terhadap tugas kelompok. Yang terpen-ting, proyek ini berhasil menumbuhkan rasa bangga serta kecintaan terhadap budaya daerah sebagai bagi-an dari identitas bangsa. Pembelajaran berbasis pro-yek seperti ini menjadi pengalaman yang menyenang-kan, bermakna, dan memberikan kesan mendalam ba-gi siswa.
Penulis: Febri Yanti, S.Pd., Gr, guru Seni SMPS Sukma Bangsa Lhokseumawe


