
Orang Tua dan Sekolah Perkuat Sinergi melalui PTA Kelas VII SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe
Lhokseumawe – SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe menggelar kegiatan Parents Teacher Association (PTA) Kelas VII sebagai langkah awal membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan peserta didik. Kegiatan yang dihadiri oleh orang tua siswa baru, dewan guru, serta jajaran manajemen sekolah ini menjadi wadah untuk menyamakan visi, mengenalkan program sekolah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung tumbuh kembang siswa.
Dalam sambutannya, pihak sekolah menegaskan visi pendidikan SMP Sukma Bangsa, yaitu membentuk peserta didik yang berkarakter, mandiri, cerdas, terampil, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.

Acara dilanjutkan dengan perkenalan kepala sekolah, dewan guru, dan wali kelas VII sebagai pendamping utama siswa selama menjalani proses belajar di sekolah. Momen ini menjadi awal terjalinnya komunikasi yang erat antara keluarga dan pihak sekolah.
SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe juga memperkenalkan berbagai program unggulan yang menjadi ciri khas sekolah. Selain kurikulum intrakurikuler, peserta mendapatkan penjelasan mengenai Integrated Curriculum yang meliputi program community service, gerakan membaca, menulis, dan meneliti, English Practice, serta hafalan Juz 30. Program tersebut dirancang untuk membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi akademik sekaligus kepedulian sosial dan karakter religius.
Sebagai bekal adaptasi siswa baru, sekolah menyelenggarakan program matrikulasi selama tiga bulan yang mencakup penguatan literasi, numerasi, Bahasa Inggris, keterampilan belajar (study skills), student well-being, pendidikan keagamaan, serta behavior class sebagai pembinaan perilaku dan karakter sejak awal masa belajar.
Berbagai kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman juga diperkenalkan kepada orang tua, seperti class project berupa pembuatan baju kreasi, pentas seni, penerbitan buku, hingga pengelolaan apotek hidup. Selain itu, sekolah memiliki program Guest Teacher, School Visit ke Waterboom sebagai sarana pembelajaran luar kelas, serta Field Trip ke Banda Aceh untuk memperkaya wawasan peserta didik melalui pengalaman langsung.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menjelaskan sistem pembelajaran dan kesiswaan yang diterapkan di SMP Sukma Bangsa. Struktur kurikulum terdiri atas kegiatan intrakurikuler, kokurikuler yang mencakup kegiatan akademik, keagamaan, dan proyek, serta ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan bakat dan minat siswa.
Orang tua juga memperoleh informasi mengenai jadwal belajar, sistem penilaian dan pelaporan hasil belajar melalui Evaluasi Tengah Semester (ETS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), serta berbagai bentuk pendampingan siswa yang dilakukan oleh wali kelas, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dan konselor sekolah.
Pembinaan karakter menjadi salah satu fokus utama sekolah. Selain melalui program matrikulasi, pembentukan karakter dilakukan melalui kegiatan keagamaan, pembiasaan positif, serta keterlibatan siswa dalam organisasi seperti OSIS, KTS (Konselor Teman Sebaya) dan LIVO (Library Volunteer). Sekolah juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap tata tertib, seperti hadir tepat waktu, berpakaian sesuai ketentuan, bertanggung jawab terhadap proses belajar, menjaga etika dan sopan santun, tidak merokok, memenuhi kehadiran minimal 80 persen, serta larangan memiliki akun media sosial bagi siswa kelas VII.

Dalam sesi diskusi bersama orang tua, sekolah menekankan bahwa keberhasilan pendidikan hanya dapat terwujud apabila pembelajaran di sekolah dilanjutkan melalui pendampingan yang konsisten di rumah. Orang tua didorong untuk memberikan kesempatan kepada anak berkembang sesuai potensinya, lebih menghargai proses belajar daripada sekadar hasil, membangun kebiasaan belajar yang positif, serta mengurangi distraksi penggunaan gawai.
Pihak sekolah juga menyampaikan sejumlah fakta yang menjadi perhatian bersama. Berdasarkan hasil tes tulis Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), kemampuan matematika calon siswa masih tergolong rendah, sementara kemampuan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berada pada kategori sedang. Kondisi tersebut menjadi dasar penyelenggaraan program matrikulasi sebagai upaya menyamakan kemampuan awal peserta didik.
Selain tantangan akademik, sekolah menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak. Disampaikan bahwa banyak orang tua cenderung protektif terhadap dunia nyata, tetapi kurang memberikan perhatian pada aktivitas anak di dunia maya. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak-anak saat ini lebih rentan mengalami kecemasan dibandingkan orang dewasa. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan hasil temuan praktisi pendidikan Dony Kusuma mengenai tingginya paparan konten pornografi pada perangkat digital anak, sehingga literasi digital dan pengawasan orang tua menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter.
Sekolah turut mengingatkan fenomena shadow education, yaitu kondisi ketika les privat berubah dari pilihan menjadi kebutuhan. Menurut pihak sekolah, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar proses belajar tetap berpusat pada pengembangan kemampuan siswa, bukan semata-mata bergantung pada pembelajaran tambahan di luar sekolah.
Sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan, SMP Sukma Bangsa akan melibatkan orang tua melalui berbagai program, seperti Parents Teacher Association (PTA), Focus Group Discussion (FGD), dan Fun Sessions. Keterlibatan aktif keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang selaras antara sekolah dan rumah.
Melalui kegiatan PTA ini, SMP Sukma Bangsa menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Sebagaimana disampaikan dalam penutup kegiatan, “Anak adalah sumber daya alam. Ketika memperoleh pendidikan yang baik, mereka akan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.” Dengan sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga, diharapkan setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun karakter.



