
Merawat Budaya, Menguatkan Profil Pelajar Pancasila
Pada 21 Januari, SMP Sukma Bangsa menyelenggarakan kegiatan Diversity Day sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya leluhur kepada generasi muda. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual yang mendorong siswa untuk memahami keberagaman budaya yang ada di Aceh. Melalui kegiatan ini, siswa diajak menyadari bahwa setiap suku memiliki kekhasan tersendiri, seperti bahasa, makanan tradisional, pakaian adat, serta tradisi yang beragam. Pemahaman tersebut menjadi landasan penting dalam menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah keberagaman.
Kegiatan Diversity Day dilaksanakan di ruang serbaguna Sekolah Sukma Bangsa dan diikuti oleh seluruh siswa SMP beserta para guru. Acara ini diisi dengan beragam penampilan budaya, antara lain tarian daerah, peragaan busana adat, serta penyajian hidangan khas dari berbagai daerah di Aceh. Setiap kelas berpartisipasi aktif dengan menampilkan budaya yang telah dipelajari, sehingga suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh warna. Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila tertanam secara nyata. Sikap berkebinekaan global tercermin dari kemampuan siswa menghargai perbedaan budaya dan menampilkan keberagaman sebagai kekuatan bersama. Dimensi gotong royong tampak melalui kerja sama antarsiswa dalam menyiapkan pertunjukan dan perlengkap-an kegiatan. Sementara itu, dimensi kreatif terwujud dalam pengemasan penampilan budaya yang menarik dan inovatif. Selain itu, siswa juga dilatih untuk bersikap mandiri dan bertanggung jawab dalam menjalankan peran masing-masing selama kegiatan berlangsung.
Dengan terselenggaranya Diversity Day, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang budaya Indonesia, tetapi juga mengalami langsung proses pembelajaran yang membentuk karakter sesuai nilai-nilai Pancasila. Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya bangsa serta mendorong siswa untuk terus berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya nenek moyang dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis: Cut Reysa Zalira, VIII Punica Granatum, siswi SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe



