
Refleksi Siswa Kelas IX SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe: “Akhir Cerita di SMP, Awal Langkah Menuju Impian”
Kegiatan refleksi siswa kelas IX SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe bertajuk “Akhir Cerita di SMP, Awal Langkah Menuju Impian” dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menjadi ruang jeda bagi siswa untuk menutup perjalanan tiga tahun di bangku SMP dengan penuh kesadaran, sekaligus mempersiapkan diri menyambut langkah baru ke jenjang berikutnya. Momen ini dihadirkan sebagai bagian penting dalam proses tumbuh, bukan sekadar penutup, tetapi juga awal dari perjalanan yang lebih luas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian angket evaluasi guru oleh siswa di kelas masing-masing. Melalui proses ini, siswa belajar menyampaikan penilaian dan pengalaman belajar secara jujur dan bertanggung jawab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat dhuha, pembacaan Surah Yasin, dan doa bersama yang menghadirkan suasana tenang serta memperkuat kedekatan spiritual siswa.
Memasuki sesi inti, siswa diajak untuk merefleksikan perjalanan diri melalui kegiatan seperti “Dulu vs Sekarang” dan “Surat untuk Diriku”. Melalui tulisan dan cerita, siswa menelusuri perubahan yang telah mereka alami, mulai dari rasa ragu di awal hingga tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani dan percaya diri. Proses ini menghadirkan kesadaran bahwa setiap pengalaman telah membentuk diri mereka hingga saat ini.

Suasana refleksi semakin hidup saat siswa berbagi cerita di hadapan teman-teman. Kejujuran dalam mengungkapkan perasaan, tawa, dan haru hadir bersamaan, menciptakan ruang yang saling menguatkan. Momen ini menunjukkan bahwa siswa mampu mengenali dan mengekspresikan emosi dengan cara yang sederhana namun tulus, sebagai bagian dari proses pendewasaan mereka.
Diskusi kelompok dalam kegiatan “Jejak yang Kutinggalkan” menjadi ruang untuk merumuskan nilai dan harapan yang ingin diwariskan. Siswa menyampaikan pentingnya menjaga sikap, meng-hargai sesama, serta membawa nilai-nilai positif ke jenjang berikutnya. Sesi apresiasi “Terima Kasih Untuk…” juga menghadirkan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin bersama guru dan teman selama tiga tahun.

Kegiatan ditutup dengan pemutaran video pesan dari guru, momen salam-salaman yang penuh haru, serta kebersamaan dalam suasana santai. Tangis dan pelukan menjadi ungkapan perpisahan yang mendalam, sementara canda dan tawa menutup hari dengan kenangan manis. Setiap siswa melangkah pulang dengan membawa pelajaran, kenangan, dan keyakinan baru untuk melanjutkan perjalanan menuju impian mereka.
Penulis: Aulia Denisa Putri, S.Psi., konselor Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe



