
Petualangan bersama Teman: Mengurangi Sampah, Menyelamatkan Bumi!
Lhokseumawe, Selasa, 4 Februari 2025, siswa SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe melakukan perjalanan School Visit ke pasar kota Lhokseumawe dan pantai Ujong Blang. Sebagai bagian dari proyek Bahasa Inggris dan Fisika, kami, siswa angkatan kelas 7 dengan jumlah empat kelas menjalani pengalaman seru yang tak terlupakan. Proyek ini bertema Food Waste dan Climate Change—dua topik yang awalnya terdengar berat, tapi ternyata seru juga kalau dijalani bareng teman-teman.

Kegiatan dimulai dengan wawancara ke masyarakat sekitar. Awalnya, kami gugup bukan main. Ada yang sampai latihan ngomong di depan cermin, loh. Tapi setelah beberapa pertanyaan, malah jadi asyik. Kami bertanya seputar bagaimana mereka membuang makanan sisa dan pengetahuan mereka mengenai perubahan iklim. Setelah sesi tanya-jawab yang seru itu, petualangan berlanjut ke pantai Ujong Blang untuk aksi bersih-bersih. Siapa sangka, kami menemukan “harta karun” berupa sandal jepit tanpa pasangan, botol minuman yang sepertinya sudah “berumur,” dan tentu saja, plastik yang jumlahnya bikin geleng-geleng kepala. Meski harus berpanas-panasan, semangat kami tetap membara karena kami sadar, ini untuk kebaikan bumi kita.

Tujuan dari kegiatan ini bukan hanya untuk mengumpulkan sampah tetapi juga untuk membuka mata kami bahwa kebiasaan kecil seperti membuang makanan sembarangan bisa berdampak besar pada perubahan iklim. Ingat, sedikit demi sedikit menjadi bukit! Kami ingin membuktikan bahwa menjaga lingkungan itu penting—dan tidak selalu membosankan. Selain itu, saat wawancara, kami jadi lebih berani berkomunikasi. Kami jadi paham bagaimana sampah bisa memengaruhi lingkungan, seperti bagaimana plastik yang mengapung bisa menghalangi sinar matahari masuk ke air laut dan mengganggu ekosistem di dalamnya. Belajar di luar kelas dengan cara seperti ini jauh lebih seru daripada hanya membaca buku.

Setelah semua kegiatan selesai, kami duduk sejenak sambil menikmati angin laut. Melihat tumpukan sampah yang berhasil kami kumpulkan membuat kami bangga, tapi juga sedih membayangkan masih banyak sampah lain yang belum terangkat. Dari pengalaman ini, kami belajar bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri—mulai dari tidak membuang makanan, membawa tempat minum sendiri, hingga membuang sampah pada tempatnya. Dan hei, siapa sangka belajar tentang food waste dan climate change bisa seseru ini? Kami pulang dengan badan lelah, tapi kami senang. Semoga langkah kecil kami ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap bumi yang kita tinggali bersama. []
Penulis: Risysya Zakia Azra (Siswa kelas VII Acropolis)



