
Summer Camp di Kota Dingin, Takengon
Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Banyak tempat lain yang bisa menjadi media belajar yang menyenangkan, bermakna, dan tentunya disukai anak-anak. Siswa kelas V Babul Huda, Nabawi, dan Al Masyar dari SD Sukma Bangsa Lhokseumawe melaksanakan kegiatan field trip ke Takengon dengan mengunjungi beberapa lokasi wisata edukatif, seperti Museum Negeri Gayo, Uning Riverside, dan Natural Park. Kegiatan ini berlangsung dari Jumat pagi, 16 Mei 2025, hingga Sabtu siang, 17 Mei 2025.

Setibanya di Takengon, rombongan langsung menuju Museum Negeri Gayo. Di sana, siswa belajar dengan mengamati, membaca, dan mencatat informasi penting sesuai pertanyaan dalam lembar kerja siswa yang telah disusun oleh tiga guru bidang studi. Pembelajaran ini mencakup materi Bahasa Indonesia terkait sejarah dan benda-benda koleksi museum, Pendidikan Agama Islam dengan fokus pada khutbah Magrib dan Subuh, serta Ilmu Pengetahuan Alam yang membahas komponen biotik dan abiotik. Siswa aktif bertanya dan berdialog dengan pihak museum hingga pukul 16.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di halaman museum.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan selama 15 menit menuju Natural Park. Di sana, anak-anak berbaris rapi sembari guru-guru menyiapkan tiket masuk. Di dalam area, mereka berfoto bersama dan mengerjakan tugas IPA tentang biotik dan abiotik. Setelah tugas selesai dikumpulkan, siswa diberi waktu bebas untuk bermain dan makan di area taman, tetap dengan pengawasan dari para guru pendamping. Sebelum kembali ke Lhokseumawe, seluruh peserta dan guru makan siang bersama sambil berbagi cerita seru seputar pengalaman selama field trip.


Kegiatan field trip dan summer camp ke Takengon ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas V. Selain menambah pengetahuan, siswa juga dilatih untuk mandiri, bertanggung jawab, dan meningkatkan keterampilan sosial mereka, baik dengan teman sebaya, guru, pedagang, maupun orang yang baru mereka temui. Pengalaman ini begitu membekas hingga kini masih menjadi bahan cerita seru di dalam kelas. Diharapkan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan karena memberikan banyak manfaat yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis: Cut Dinda Gestri Febrina, S.Pd.,M.A (Guru Kelas SDS Sukmabangsa Lhokseumawe)



