
Belajar Memimpin Melalui Proses Pencalonan OSIS
Mengikuti rangkaian pencalonan Ketua OSIS menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan dan membuat saya merasa gugup. Proses ini diawali dengan menyi-apkan berbagai persyaratan pendaftaran, menyusun visi dan misi, serta memastikan seluruh berkas yang dibutuhkan telah lengkap. Sejak awal, saya dan wakil saya memiliki kesepakatan untuk maju dengan tujuan menghadirkan perubahan sederhana namun bermakna bagi sekolah, terutama agar OSIS dapat lebih dekat dengan siswa dan menjadi ruang yang aman serta me-nyenangkan untuk berkreasi.

Tahapan selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) atau sesi wawancara. Suasananya terasa cukup se-rius, namun saya berusaha tampil percaya diri sambil menunjukkan komitmen yang saya miliki. Saya dan wakil saya banyak berdiskusi agar dapat tampil sebagai pasangan yang kompak dan saling melengkapi. Dari proses ini, saya belajar betapa pentingnya mendengarkan pendapat orang lain, menyampaikan ide secara jelas, serta berpikir cepat dalam menghadapi pertanyaan maupun situasi yang tidak terduga.

Setelah itu, kami mengikuti debat antarkandidat. Pada tahap ini, saya dan wakil saya menyampaikan gagasan sekaligus menyimak pandangan dari calon lain. Meskipun suasananya cukup menegangkan, saya belajar untuk tetap tenang dan fokus dalam mengemukakan pendapat. Tibalah pada momen pencoblosan dan penghitungan suara yang membuat jantung saya berdegup kencang, karena seluruh siswa mulai menentukan pilihannya. Ketika nama saya diumumkan sebagai Ketua OSIS terpilih, perasaan syukur dan haru pun muncul atas kepercayaan ya-ng diberikan oleh teman-teman. Saya dan wakil saya berharap ke depan OSIS dapat menjadi wadah yang nya-man untuk berkreasi, berdiskusi, serta membangun kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah.
Penulis: Sayyidatun Nafisah, siswi kelas VIII Phoenix



