
MENJEMPUT MASA DEPAN
Pada Selasa, 03 Februari 2026, saya mengikuti sosialisasi tentang beasiswa ke luar negeri yang benar-benar membuka cara pandang saya tentang masa depan. Samsul Bahri sebagai pemateri menyampaikan paparan-
nya dengan penuh motivasi. Beliau menekankan bahwa untuk meraih mimpi besar, kita harus mengubah attitude, action dan mindset. Perubahan itu dimulai dari diri sendiri, bagaimana cara kita berpikir, bersikap, dan bertindak setiap hari menentukan sejauh mana kita bisa melangkah.
Dalam pemaparannya, beliau juga menjelaskan bahwa program beasiswa tidak hanya diperuntukkan bagi murid, tetapi juga terbuka bagi guru yang ingin melanjutkan Pendidikan. Hal tersebut membuat saya sadar bahwa kesempatan belajar sebenarnya terbuka luas bagi siapa saja yang mau berusaha. Selain itu, beliau juga menerang-

kan bahwa kampus luar negeri umumnya menetapkan beberapa persyaratan akademik, salah satunya adalah kemampuan berbahasa Inggris yang dibuktikan melalui ujian seperti TOEFL atau IELTS. Mendengar hal itu, saya semakin paham bahwa persiapan menuju studi luar negeri harus dilakukan sejak dini.
Beliau menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman. Katanya, setiap orang yang ingin berkembang pasti akan melewati beberapa fase: fase ragu, fase takut gagal, fase merasa tidak mampu, hingga akhirnya fase percaya diri. Proses itu mungkin tidak nyaman, tetapi justru di situlah seseorang tumbuh dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Beliau juga menantang kami untuk berani “challenge yourself, your family and your friend”, katanya. Hal ini bertujuan agar lingkungan sekitar juga ikut terdorong untuk berkembang dan tidak takut mencoba hal baru.
Beliau juga menjelaskan urutan prioritas hidup: kejar scholarship, bangun karir, kemudian baru memikirkan pernikahan. Pesan itu membuat saya semakin paham bahwa masa depan harus disusun dengan perencanaan yang jelas. Menurut beliau, kesuksesan adalah ketika kita berhasil mencapai semua yang telah kita rencanakan. Bahkan beliau mengatakan, capailah keinginanmu sampai orang-orang kagum atas pencapaianmu. Kalimat itu membuat saya berpikir bahwa sukses bukan tentang pamer, tetapi tentang membuktikan pada diri sendiri dan orang-orang bahwa kita “mampu”.
Semua materi yang disampaikan Samsul Bahri sangat berkaitan dengan rencana masa depan saya, yaitu melanjutkan pendidikan saya di Malaysia, tepatnya di University of Malaya (UM) dengan mengambil jurusan kedokteran. Untuk mewujudkannya, saya harus mempersiapkan diri secara akademik, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, dan membangun pola pikir yang kuat. Sosialisasi tersebut menjadi pengingat bahwa mimpi besar membutuh-
kan keberanian untuk berubah dan konsistensi dalam berusaha. Saya percaya, bahwa langkah kecil yang saya lakukan sekarang, akan membawa saya lebih dekat dengan cita-cita saya di masa depan.
Penulis: Saskia Mahfuza, siswa kelas X Congo



