
Menyemai Harapan di Masa Pemulihan Pascabencana
Program Pendampingan Psikososial Anak Terdampak Bencana dilaksanakan pada 20–27 Desember 2025 di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Kegiatan ini me-libatkan seluruh manajemen, guru, dan staf unit pen-dukung sekolah yang secara sukarela menunda masa li-bur mereka setelah pembagian rapor semester ganjil ta-hun pelajaran 2025–2026.

Kesediaan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk tetap hadir di sekolah pada masa libur menjadi cerminan komitmen dan kepedulian bersama warga belajar seko-lah dalam membersamai anak-anak yang sedang berada dalam situasi sulit pascabencana.
Komitmen Sekolah dalam Menyambut Anak-Anak
Sebelum program dimulai, Direktur Sekolah Sukma Ba-ngsa Lhokseumawe, Zubir, S.Si., menegaskan kepada seluruh penanggung jawab dan panitia pelaksana agar memberikan segala yang terbaik yang dimiliki oleh seko-lah. “Anak-anak harus disambut dengan penuh penghor-matan dan kasih sayang.”

Sekolah kemudian menyiapkan fasilitas belajar dan ber-main yang aman dan ramah anak, serta memastikan ter-sedianya hidangan makanan yang lezat dan bergizi. Upaya ini dilakukan agar anak-anak merasa nyaman, di-perhatikan, dan memiliki energi yang cukup untuk mengi-kuti seluruh rangkaian kegiatan psikososial dengan pera-saan aman dan bahagia.
Tahap Pertama: Belajar Bersama Anak-Anak dari Desa Bungkaih
Pada tahap pertama, sekolah awalnya mempersiapkan pendampingan bagi 158 peserta anak. Namun, antusias-me yang sangat tinggi dari masyarakat dan dukungan aktif perangkat desa membuat jumlah kehadiran melam-paui perkiraan. Pada hari pertama hingga hari ketiga pe-laksanaan tercatat sekitar 109 anak; hari ke lima hingga ke tujuh tercatat 98 anak sehingga total 207 anak dari Desa Bungkaih, Kecamatan Muara Batu, hadir dan me-ngikuti kegiatan ini.

Momen awal penerimaan peserta menjadi pengalaman yang cukup emosional. Dewi Puspita Sari, selaku Senior Master Teacher bidang Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, turut menyaksikan secara langsung kondisi beberapa anak yang datang tanpa alas kaki dan mengenakan pakaian seadanya. Di balik keterbatasan tersebut, terpancar se-mangat dan antusiasme para peserta yang luar biasa. Sebagian anak datang sambil membawa plastik berisi kue sebagai bekal energi agar siap mengikuti aktivitas yang telah disusun oleh sekolah. Pemandangan ini men-jadi pengingat yang kuat tentang ketangguhan anak-anak sekaligus besarnya kebutuhan mereka akan ruang aman yang penuh perhatian.
Hari-hari kebersamaan diisi dengan berbagai aktivitas bermain, belajar, dan berkreasi yang dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mere-ka secara aman dan menyenangkan. Seorang peserta menyampaikan kesannya dengan tulus, “Kami senang sekali bisa main dan belajar di sini. Rasanya bahagia.” Ungkapan sederhana tersebut menggambarkan pera-saan banyak anak selama kegiatan berlangsung.
Memasuki hari ketiga, yang menjadi hari terakhir keber-samaan dengan peserta dari Desa Bungkaih Batch 1, suasana haru mulai terasa. Perpisahan berlangsung se-derhana namun meninggalkan kesan mendalam. Sebuah pesan kecil namun penuh makna tertinggal dalam bentuk coretan debu di mobil Sekolah Sukma Bangsa Lhokseu-mawe yang bertuliskan, “Sukma orang baik.” Coretan ter-sebut menjadi ungkapan kejujuran hati anak-anak atas kebersamaan yang mereka rasakan.
Tahap Kedua: Menyambut Anak-Anak Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang
Tahap kedua dilaksanakan pada hari ke empat dan ke delapan program. Pada tahap ini, Sekolah Sukma Bang-sa Lhokseumawe menyambut sekitar 90 anak dari Desa Blang Reuling, Kecamatan Sawang.

Dengan pendekatan yang sama, anak-anak kembali di-sambut melalui sesi pembuka yang ramah dan mene-nangkan. Aktivitas pendampingan psikososial dilaksana-kan melalui permainan edukatif dan kegiatan kreatif yang mendorong anak-anak untuk berani mengekspresikan diri, berinteraksi, dan membangun kebersamaan.
Anak-anak diajak bermain dan membaca buku di perpus-takaan induk Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe. Ragam kegiatan disesuaikan dengan tumbuh kembang anak. Sepanjang kegiatan, terlihat perubahan positif pa-da anak-anak. Mereka semakin terbuka, ceria, dan me-nikmati setiap proses yang dijalani bersama.
Dukungan dan Kepedulian Masyarakat yang Saling Menguatkan
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari wali siswa, YCAB Foundation, Universitas Malikussaleh, Dishub Aceh Utara dan Kota Lhokseu-mawe, serta seluruh orang-orang baik yang dengan tulus menitipkan donasi bagi anak-anak terdampak bencana banjir. Donasi tersebut disalurkan dalam bentuk paket bantuan berupa tas dan alat tulis. Bantuan ini diharapkan mampu menghadirkan harapan baru serta semangat be-lajar bagi anak-anak agar kembali bangkit dan berani bermimpi kembali.
Langkah Kecil yang Bermakna
Alhamdulillah, seluruh rangkaian Program Pendampi-ngan Psikososial untuk Anak Terdampak Banjir di Aceh Utara dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Partisi-pasi aktif anak-anak, dukungan perangkat desa, keikh-lasan wali siswa, serta kerja sama seluruh dewan guru dan staf unit pendukung menjadi kekuatan utama dalam tercapainya tujuan kegiatan ini.
Meskipun kebersamaan ini berlangsung dalam waktu yang terbatas, besar harapan kami agar program ini me-ninggalkan jejak hangat, menghadirkan rasa aman, serta menjadi bagian dari proses pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana.
Semoga langkah kecil ini terus menumbuhkan kepedu-lian, menguatkan solidaritas, dan meneguhkan komitmen bersama untuk senantiasa hadir dan membersamai anak-anak di masa-masa yang membutuhkan.
Penulis: Dewi Puspita Sari, S.Pd., Gr. Guru Bahasa Indonesia



