
Mewarnai Mimpi, Meraih Prestasi
Sabtu, 18 Oktober 2025, menjadi hari yang sangat istimewa dalam hidup saya. Sejak fajar menyingsing, semangat sudah menggebu-gebu karena hari itu saya akan mengikuti Lomba Toyota Dream Car Art Contest yang diselenggarakan di PT Dunia Barusa, Lhok-seumawe. Kompetisi bergengsi ini merupakan ajang tahunan dari Toyota yang telah berlangsung sejak 2004, menginspirasi anak-anak di seluruh dunia untuk mengeksplorasi imajinasi mereka tentang mobil impian di masa depan.

Sesampainya di lokasi, suasana tampak semarak. Peserta dari berbagai sekolah dan kelompok usia memadati area lomba. Setiap orang datang membawa semangat dan kreativitasnya masing-masing. Setelah menunggu sejenak, lomba pun dimulai dengan sesi pengenalan bertema “Apa itu mobilitas?” yang mem-perluas pemahaman kami tentang pentingnya mencip-takan solusi transportasi masa depan yang ramah ling-kungan dan memberikan dampak sosial positif.
Kami diberikan waktu dua jam untuk menuangkan ide dalam bentuk gambar dengan tema “Solusi Mobilitas di Masa Depan”. Dua jam terasa begitu singkat! Selama proses menggambar, suasana menjadi hening dan penuh konsentrasi. Setiap peserta tampak serius mengalirkan imajinasi mereka ke atas kertas dengan penuh ketekunan
Saat waktu berakhir, karya kami dikumpulkan. Pe-rasaan lega bercampur penasaran menyelimuti diri sambil menunggu pengumuman hasil. Panitia menye-diakan makanan ringan dan makan siang yang me-nambah kehangatan dalam suasana penantian tersebut..
Di penghujung acara, kejutan terbesar pun tiba. Panitia memanggil nama saya sebagai juara pertama Toyota Dream Car Art Contest tingkat Kota Lhokseumawe tahun 2025! Perasaan yang tak terlukiskan—sukacita, kebanggaan, dan rasa syukur yang mendalam. Saya sangat bersyukur dapat meraih prestasi ini sekaligus membawa pulang pengalaman berharga yang akan selalu terukir dalam memori.
Bagi saya, lomba ini bukan hanya sekadar kompetisi menggambar, melainkan tentang keberanian untuk bermimpi, berkreasi, dan mewujudkan ide-ide brilian untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Penulis: Chika Syaura, IX Justicia Brandegeena, siswi SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe



