
Sinergi Orang Tua dan Guru melalui PTA: Wujudkan Generasi Berkarakter di SMP Sukma Bangsa
(Lhokseumawe, Sabtu, 2 Agustus 2025) Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe mengadakan pertemuan Parent Teacher Association (PTA) bersama orang tua siswa kelas VII. Acara ini menjadi momen perkenalan, berbagi pemahaman tentang budaya sekolah, sekaligus mempererat komitmen antara guru dan orang tua dalam mendukung proses belajar anak-anak.

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMP Sukma Bangsa Lhokseumawe, Ibu Siti Sarayulis. Dalam pengantarnya, beliau memaparkan visi dan misi sekolah yang menekankan terciptanya lingkungan belajar yang positif sekaligus mendukung pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai yang dikedepankan antara lain anti-bullying, kerja sama, dan kedisiplinan. Visi utama sekolah adalah melahirkan peserta didik yang berkarakter, berwawasan luas, dan mampu bersaing secara global. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perkenalan guru SMP yang berjumlah 19 orang serta empat wali kelas VII. Kepala sekolah kemudian memaparkan rutinitas harian yang meliputi morning activities dan afternoon activities. Sesi ini ditutup dengan penyampaian informasi mengenai kegiatan khusus di tingkat SMP serta fasilitas yang tersedia di sekolah.

Sesi selanjutnya diisi oleh Ms. Siti Hajar yang memaparkan penerapan program Cambridge dalam pembelajaran sehari-hari siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan kurikulum Cambridge, integrasi mata pelajaran, penekanan pada proses belajar alih-alih hanya hasil, penggunaan bahasa Inggris di kelas, tujuan utama, perbedaan dengan kurikulum nasional, sistem penilaian, serta peran orang tua dalam mendukung proses tersebut.
Berikutnya, Direktur Sekolah, Bapak Zubir, menyampaikan hasil tes PPDB SMP Tahun Ajaran 2025–2026. Beliau menekankan kembali komitmen sekolah terhadap mutu dan integritas proses seleksi. Dari hasil tahun ini, terlihat bahwa persentase kelulusan dengan nilai di atas 81 terendah terdapat pada mata pelajaran matematika dan bahasa Inggris.
Pada bagian penutup, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Kesiswaan, Ibu Ratna Sari, memaparkan Kode Etik serta Tata Tertib Siswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan ajakan bagi seluruh orang tua untuk berpartisipasi aktif dalam Gerakan Menjaga Lingkungan. Informasi ini disampaikan oleh Ibu Rahmatul Hayati selaku penanggung jawab Green School Project (GSP). Gerakan ini menitikberatkan pada pengurangan penggunaan plastik dan styrofoam, antara lain dengan membiasakan siswa membawa tumbler dan wadah makanan dari rumah. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah bersama yang dapat memberikan dampak nyata, meskipun bertahap, dalam mengurangi limbah serta menjaga kelestarian lingkungan.
Penulis: Dinda Prihatini Fitri Amne, S.Pd (Guru IPA SMP Sukma Bangsa)



