
Belajar di Kebun Anggur: Implementasi Pembelajaran Kontekstual Melalui Kunjungan Studi
Pendekatan pembelajaran kontekstual merupakan salah satu pilar penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Aktivitas pembelajaran di luar ruang kelas hadir sebagai strategi untuk memperkaya pemahaman dan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik.
Seluruh siswa kelas tiga memperoleh kesempatan berharga untuk melaksanakan kunjungan studi ke kebun anggur yang terletak di Kecamatan Jeumpa, Bireun. Lokasi ini dipilih karena mampu mengintegrasikan beragam disiplin ilmu ke dalam satu kegiatan praktis yang nyata.

Acara dimulai dengan pemaparan program field trip oleh wali kelas. Setelah itu, suasana dibuat semakin akrab lewat sesi ice breaking agar para wali murid bisa saling mengenal dan berinteraksi lebih dekat. Mereka kemudian dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti kegiatan inti. Masing-masing ke-lompok menerima satu paket bahan rujak yang berisi buah-buahan, bumbu rujak, daun pisang, serta talam untuk tempat penyajian.
Pada tanggal 8 Oktober 2025, kami pun berangkat. Perjalanan menuju lokasi dipenuhi dengan keceriaan; seluruh siswa menikmati setiap momen, mulai dari berdoa bersama, bernyanyi dengan riang, hingga menikmati camilan selama di perjalanan. Sesampainya di kebun anggur, kami disambut dengan hangat oleh pemilik kebun beserta stafnya. Para siswa segera bersiap untuk memasuki area kebun dan berbaris rapi untuk sesi foto bersama wali kelas. Pemilik kebun yang ramah dengan penuh kesabaran menjawab setiap rasa ingin tahu dan pertanyaan dari para siswa. Beliau menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya dapat berbagi ilmu dengan Ananda-anak hebat.

Setelah menyelesaikan tugas yang diberikan, tiba saat yang ditunggu: para siswa diperbolehkan memesan dan menikmati makan siang masing-masing. Cuaca yang cukup terik membuat segelas jus anggur menjadi pilihan tepat untuk melepas dahaga. Begitu waktu beranjak, tibalah saatnya bagi kami untuk kembali ke sekolah. Semoga di kesempatan mendatang, pem-belajaran seperti ini dapat terus berlanjut dengan keseruan yang sama dan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Penulis: Siti Rahmi, S.T., guru kelas SD Sukma Bangsa Lhoseumawe



