
Belajar, Membuat, dan Mengingat: Hang Tag Edukatif dalam Pembelajaran Perkalian
Kegiatan pagi itu, Senin, 19 Januari 2026, diawali dengan ice breaking sederhana untuk menambah semangat dan kesiapan siswa/i untuk belajar. Dilanjutkan dengan diskusi sederhana mengenai makna perkalian dalam kehidupan sehari-hari. Bu Nisa, selaku guru matematika kelas II SD Sukma Bangsa Lhokseumawe, mengajak siswa/i untuk mengingat kembali pengalaman mereka saat menghitung benda secara berulang. Dari kegiatan ini, siswa/i mulai menyadari bahwa perkalian berkaitan erat dengan pengelompokan dan pengulangan. Proses awal ini menjadi jembatan bagi siswa/i untuk memasuki kegiatan inti dengan pemahaman yang lebih bermakna.

Setelah memahami tujuan kegiatan, siswa/i diperkenalkan dengan beberapa contoh hang tag edukatif sebagai media belajar. Guru menjelaskan langkah-langkah pembuatan hang tag secara perlahan dan menggunakan bahasa yang sederhana. Siswa/i mendengarkan instruksi, mengamati contoh, dan bertanya apabila ada hal yang belum dipahami. Pada tahap ini, terlihat bahwa siswa/i mulai belajar untuk fokus, mendengarkan, dan mengikuti arahan secara runtut.

Siswa/i diberikan selembar kertas yang didalamnya ada tabel perkalian yang disusun secara acak. Kemudian siswa diminta untuk mewarnai dan memberikan stiker untuk menambah estetika tabel tersebut. Class project ini terintegrasi dengan pembelajaran SBdP, dimana siswa/i bebas mengekspresikan ide melalui warna, gambar, dan desain. Selama proses menghias, siswa/i tampak lebih antusias dan percaya diri. Mereka tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menikmati proses mencipta. Media hang tag yang dihasilkan menjadi unik dan beragam, mencerminkan karakter dan kreativitas setiap siswa/i.

Setelah proses pewarnaan, siswa/i diminta untuk menggunting tabel perkalian hingga menjadi 10 lembar kartu perkalian. Dalam proses penyusunan kartu perkalian, siswa/i diminta menyusun kartu perkalian secara berurutan dan menempel secara timbal balik. Melalui aktivitas ini, siswa/i dikenalkan pada konsep pola, urutan, dan pengulangan yang merupakan dasar dari pembelajaran coding (unplugged). Beberapa siswa/i tampak mencoba memperbaiki susunan kartu mereka ketika menemukan urutan yang belum tepat, menunjukkan adanya proses berpikir dan refleksi selama belajar. Langkah terakhir yakni proses laminating dan memasukkan gantungan agar media tabel perkalian dapat dijadikan hiasan hang tag untuk digunakan di tas, tempat pensil, atau lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa/i tidak hanya menguasai konsep matematika, tetapi juga tumbuh menjadi pembelajar yang percaya diri, kreatif, dan mampu berpikir runtut dalam menghadapi tantangan belajar selanjutnya.


Penulis, Annisa Aris Tantya, S.Pd., M.A., Guru Kelas



