
Menelusuri Produksi Pangan Lokal: Pembuatan Dendeng Ikan dan Tahu
Aktivitas pembelajaran di Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Melalui salah satu program guru, class visit menjadi kegiatan yang selalu dinantikan siswa karena menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan nyata. Program kunjungan kelas ini dirancang agar siswa dapat memahami materi pelajaran secara langsung melalui praktik dan observasi di lapangan.
Kamis, 5 Februari 2026, seluruh siswa kelas XI SMA Sukma Bangsa didampingi lima orang wali kelas berangkat dengan penuh semangat mengikuti kegiatan ini. Kelas yang berpartisipasi meliputi XI-Euphrates, XI-Kovaselva, XI-Salzach, XI-Alster, dan XI-Sao Fransisco. Para wali kelas yang juga merupakan guru Matematika, Kimia, Biologi, Sosiologi, dan Bahasa Indonesia berperan sebagai pendamping sekaligus penanggung jawab kegiatan selama berlangsungnya pembelajaran di luar sekolah.
Sesuai dengan pencapaian lintas pembelajaran mata pelajaran, siswa diajak mengunjungi dua UMKM lokal, yaitu Narasa Dendeng Ikan di Kota Lhokseumawe dan UD Tahu NS di Aceh Utara. Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata mengenai proses produksi pangan sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap usaha lokal.
Sesampainya di Narasa Dendeng Ikan, siswa disambut langsung oleh Pak Muhammad selaku pemilik usaha. Ia menjelaskan bahwa proses pembuatan dendeng ikan dimulai dari pemilihan ikan segar berkualitas tinggi yang telah dibersihkan secara teliti. Siswa tampak antusias ketika Pak Muhammad menunjukkan peralatan, bahan utama, serta berbagai bumbu dapur yang digunakan untuk memperkaya cita rasa. Perpaduan bumbu tersebut menjadikan tekstur dan rasa dendeng ikan menyerupai daging sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasaran.

Dalam sesi ini, Pak Muhammad memperagakan langsung proses pengolahan ikan hingga siap diproduksi menjadi dendeng. Ikan yang telah dibumbui dipipihkan menggunakan alat khusus agar memiliki ketebalan yang merata. Siswa memperhatikan tahapan demi tahapan dengan saksama, mulai dari teknik menekan hingga menjaga konsistensi bentuk. Proses ini memberikan pengalaman belajar yang menarik karena siswa dapat melihat bagaimana teknologi sederhana mampu meningkatkan kualitas produksi.
Gambar 1: Pemilik usaha dendeng Narasa menjelaskan tahapan pembuatan produk
Setelah melalui beberapa tahapan, dendeng ikan kemudian diproses lebih lanjut hingga siap dikemas. Pak Muhammad juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan alat dan area produksi demi mempertahankan kualitas produk. Dalam sesi diskusi, siswa berkesempatan bertanya mengenai tantangan usaha, termasuk batasan pemasaran serta proses pengurusan izin BPOM yang masih dalam tahap persiapan. “Usaha saya ini masih terbatas di produksi di rumah dan dalam tahap pengembangan sehingga membutuhkan waktu dan persyaratan tertentu sebelum dapat memenuhi standar BPOM”, ujar Pak Muhammad. Diskusi ini memberikan gambaran nyata tentang dinamika dan komitmen dalam dunia wirausaha pangan.
Bertolak ke destinasi pembelajaran berikutnya, siswa kemudian berkunjung ke area produksi tahu di UD Tahu NS, Aceh Utara. Di lokasi ini, siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengitari setiap area produksi sesuai fungsi alatnya. Siswa mengamati proses pengolahan kedelai dari tahap awal hingga menjadi tahu siap dikonsumsi. Pemilik usaha menjelaskan bahwa proses memasak dilakukan melalui teknik penguapan udara sehingga menghasilkan tahu dengan tekstur lembut dan higienis.

Selain mempelajari proses pembuatan tahu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai produk olahan kedelai lainnya yang ada di tempat ini, yaitu susu soya dengan varian rasa original, cokelat, dan stroberi. Banyak siswa memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoba sekaligus membeli produk sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal. Melalui kegiatan kunjungan kelas ini, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual, tetapi juga memahami nilai kerja keras, proses produksi pangan, serta potensi usaha lokal di daerah mereka.

Oleh: Dewi Puspita Sari, Guru Bahasa Indonesia SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe



