
Merayakan Guru, Menguatkan Kebersamaan: Refleksi Sukma Award
Pada hari yang berkesan itu, suasananya terasa isti-mewa sejak aku menginjakkan kaki di sekolah. Persi-apan untuk Sukma Award 2025 telah kuperiksa kembali, semuanya siap digelar. Hujan yang turun sejak dini hari menghadirkan hawa sejuk yang tak biasa terasa di ruang serbaguna kami.

Kehadiran para guru segera memancarkan kehangatan tersendiri bagi semua yang hadir. Aku turut mengatur ba-risan penyambutan, berusaha memastikan setiap guru mendapat apresiasi yang semestinya dalam momen pa-rade guru dan perayaan Hari Guru itu. Semua terasa be-gitu bermakna karena seluruh komponen sekolah hadir untuk saling menghargai dan menguatkan satu sama lain.

Sesi pembacaan nominasi menjadi salah satu puncak yang dinanti seluruh warga sekolah. Setiap nama yang disebut disambut sorak dan tepuk tangan riuh, meman-carkan kebanggaan dan dukungan antar teman, bahkan lintas jenjang. Kuperhatikan senyum mengembang di wa-jah guru dan staf tatkala nama mereka disebutkan.

Meski acara berjalan lancar, ada beberapa hal kecil yang perlu perhatian khusus, terutama pengawasan terhadap siswa SD. Antusiasme mereka yang meluap kerap mem-buat mereka terlalu aktif bergerak dan berinteraksi. Aku pun meminta tim keamanan siswa untuk mengawasi le-bih ketat agar tidak timbul gesekan kecil yang bisa me-micu perselisihan spontan.

Peran siswa panitia dari SMP dan SMA sungguh menon-jol dalam menjaga ketertiban. Dengan sigap mereka me-mbimbing adik-adik kelas, menenangkan siswa yang ter-lalu bersemangat, serta membantu kelancaran akses ke-luar-masuk panggung. Kepemimpinan seperti ini tumbuh secara alami selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Penulis: Aulia Denisa Putri, S.Psi, Konselor Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe
Tag:Hari Guru, Sukma Award



