
Pengalaman Mengikuti Pemilihan sebagai Calon Ketua OSIS
Calon Ketua OSIS Nomor Urut 1: Sulthan Fathi Muhammad, XI Kovasselva

Saya dan rekan saya telah merencanakan pencalonan ini sejak beberapa minggu sebelum pendaftaran dibuka. Kami berdiskusi panjang tentang langkah awal yang perlu dilakukan, mulai dari merumuskan visi dan misi hingga menyusun program kerja yang selaras dengan tujuan tersebut. Keputusan untuk maju dalam ajang demokrasi ini lahir dari kemauan pribadi, serta diperkuat oleh dukungan teman-teman dan para guru.
.
Dukungan tersebut terasa sangat berarti, terutama ketika teman-teman dengan tulus membantu dalam pembua-tan video kampanye dan bentuk bantuan lainnya, baik secara fisik maupun mental. Bagi kami, pemilihan ini bukan semata soal menang atau kalah, melainkan tentang pengalaman luar biasa yang kami peroleh. Keberanian untuk tampil dan melihat banyak orang mempercayai serta memilih kami membuat kami menyadari bahwa kepercayaan itu adalah hal yang sangat berharga. Meskipun hasil akhirnya belum berpihak, kami percaya bahwa mungkin be-lum waktunya dan akan ada kesempatan yang lebih baik di masa depan.
Bagi saya pribadi, pengalaman ini sangat bermakna. Walaupun belum terpilih menjadi Ketua OSIS, banyak pela-jaran berharga yang saya dapatkan, seperti kemampuan menulis, berpikir kritis, dan mengasah pola pikir. Semua itu menjadi bekal penting yang sangat bermanfaat bagi perkembangan diri saya
Calon Ketua OSIS Nomor Urut 2: Muhammad Affan Atthariq, XI Euphrates

Mengikuti proses pemilihan calon Ketua OSIS menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Keterlibatan saya dalam berbagai kegiatan sekolah sebelumnya membuat saya merasa memiliki bekal pengalaman organisasi yang cukup. Hal tersebut mendorong saya untuk mengambil peran yang lebih besar dan berkontribusi lebih luas bagi sekolah. Dengan niat yang tulus, saya pun memutuskan untuk maju sebagai calon Ketua OSIS.
Tahapan seleksi yang saya jalani cukup panjang, dimulai dari pengumpulan berkas, penyusunan visi dan misi, hi-ngga wawancara. Pada tahap wawancara, saya berusaha menyampaikan tujuan dengan jelas dan menunjukkan kesungguhan untuk berkontribusi. Pengalaman organisasi yang saya miliki sangat membantu dalam menjawab pertanyaan dengan lebih percaya diri. Setelah melewati tahap seleksi, saya memasuki masa kampanye yang me-njadi tantangan tersendiri.
Masa kampanye terasa menantang sekaligus menyenangkan. Saya harus membuat poster, menyusun materi ka-mpanye, serta memproduksi video yang menarik dan informatif. Selain itu, saya belajar menyampaikan ide secara terbuka kepada siswa lain, yang mendorong saya untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi. Meski me-lelahkan, setiap proses memberikan pelajaran berharga tentang kreativitas, kerja sama tim, dan manajemen waktu.
Saat hari pemilihan tiba, suasana sekolah dipenuhi semangat dan antusiasme. Walaupun hasil akhir belum sesuai harapan, saya tetap merasa bangga karena telah berani mencoba dan memberikan usaha terbaik. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa proses dan pembelajaran jauh lebih penting daripada hasil semata. Saya bersyukur dapat melewati perjalanan ini dan akan terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi sekolah dalam bentuk apa pun.
Calon Ketua OSIS Nomor Urut 3: Ahmad Hulaymi, XI Sao Fransisco

Menjadi salah satu kandidat calon Ketua OSIS merupakan pengalaman yang sangat berkesan bagi Lemi. Pada awalnya, Lemi sempat ragu apakah mampu memimpin seluruh siswa di sekolah. Namun, dorongan dan dukungan dari teman-teman membuat Lemi berani mencoba. Lemi pun mulai mempersiapkan diri dengan menyusun visi, misi, serta program kerja yang ingin diwujudkan apabila terpilih
.Tahap kampanye menjadi bagian yang paling menantang sekaligus menyenangkan. Lemi belajar berbicara di de-pan banyak orang, menyampaikan gagasan dengan jelas, dan meyakinkan siswa lain bahwa Lemi layak dipilih. Selain itu, Lemi juga membuat poster dan video kampanye agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Selama masa kampanye, Lemi bertemu banyak orang baru dan belajar berkomunikasi dengan lebih baik.
Ketika hari pemilihan tiba, suasana terasa tegang namun penuh antusiasme. Lemi berdiri bersama para calon la-innya di hadapan siswa-siswa yang akan memberikan suara. Perasaan gugup bercampur bangga karena telah berani melangkah sejauh ini. Apa pun hasilnya, seluruh proses ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi Lemi.
Setelah pemilihan selesai, Lemi menyadari bahwa menjadi calon Ketua OSIS bukan hanya tentang menang atau kalah. Prosesnya mengajarkan arti tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen terhadap sekolah. Lemi juga bela-jar menerima kritik serta memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Pengalaman ini membuat Lemi semakin percaya diri dan termotivasi untuk terus berkontribusi bagi lingkungan sekolah.



