
Sehari Berkemah, Seumur Hidup Kenangan: Semangat Kebersamaan di Lapangan Sukma Bangsa
Kegiatan pembelajaran di luar kelas kembali me-nghadirkan pengalaman bermakna bagi siswa Kelas IV SDS Sukma Bangsa Lhokseumawe. Pada Sabtu, 25 April 2026, Lapangan Upacara sekolah menjadi pusat berlangsungnya kegiatan PJOK dan Pramuka dalam bentuk Persari (Perkemahan Satu Hari). Sejak pagi hingga sore hari, siswa terlibat aktif dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan fisik sekaligus membentuk karakter melalui suasana yang me-nyenangkan dan kolaboratif.


Sejak awal kegiatan, siswa terlihat sangat ber-semangat. Dengan pendampingan tim Kwarcab Kota Lhokseumawe, siswa mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang tidak hanya untuk melatih fisik, tetapi juga membangun karakter. Gelak tawa dan sorak semangat terdengar saat mereka terlibat dalam permainan kelompok. Dalam setiap tantangan, siswa belajar untuk bekerja sama, saling mendukung, serta mengasah kecepatan dan konsentrasi. Tidak sedikit pula yang awalnya ragu, namun perlahan menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri.
Momen kebersamaan semakin terasa hangat saat waktu istirahat tiba. Siswa menikmati hidangan sederhana berupa mi Aceh, gorengan, dan buah potong yang telah disiapkan oleh orang tua. Kehadiran orang tua yang pada hari itu juga mengikuti kegiatan Happy Family menambah nuansa kekeluargaan yang kental. Interaksi antara siswa, guru, dan orang tua menciptakan suasana yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mempererat hubungan emosional di lingkungan sekolah.


Memasuki siang hari, kegiatan tetap berlangsung dengan penuh semangat meskipun energi mulai terkuras. Setelah beristirahat, makan, dan salat, siswa kembali mengikuti rangkaian aktivitas yang tidak kalah menarik, seperti kuis kepramukaan yang menguji pengetahuan sekaligus ketangkasan berpikir. Keceriaan memuncak saat pembagian hadiah, menjadi penutup manis dari rangkaian kegiatan yang sarat makna. Persari ini bukan hanya tentang bermain, tetapi tentang belajar hidup bersama, menghargai proses, dan menciptakan kenangan berharga yang akan terus diingat.
Penulis: Muhammad Farhan, S.Pd., guru SD Sukma Bangsa Lhokseumawe



